Cadangan devisa Korea Selatan mengalami penurunan selama dua bulan berturut-turut pada Januari 2026. Hal ini terjadi seiring dengan langkah pemerintah dalam menstabilkan volatilitas di pasar mata uang.
Bank Sentral Korea (BOK) menginformasikan pada Rabu (04/02) bahwa cadangan mata uang asing Korea Selatan turun sebesar 2,15 miliar dolar AS dibandingkan bulan Desember 2025, menjadi 425,91 miliar dolar AS pada Januari 2026.
Pihak BOK menjelaskan bahwa penurunan tersebut disebabkan oleh langkah-langkah stabilisasi pasar, termasuk transaksi swap valuta asing dengan Layanan Pensiun Nasional (NPS). Pada Desember lalu, BOK telah memperpanjang perjanjian swap valuta asing dengan NPS selama satu tahun dan melakukan pertukaran dolar AS ke dalam won.
Cadangan devisa Korea Selatan tercatat sebagai yang terbesar kesembilan di dunia pada akhir Desember. Namun, selisih dengan Hong Kong yang berada di peringkat kesepuluh dilaporkan semakin menyempit menjadi hanya 200 juta dolar AS.