Menteri Perdagangan Korea Selatan, Yeo Han-koo menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) tampaknya sedang melakukan konsultasi antarlembaga untuk meresmikan kenaikan tarif produk Korea Selatan melalui pemberitahuan lembaran negara resmi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mendag Yeo kepada awak media pada Selasa (03/02) setelah menyelesaikan rangkaian pertemuannya dengan pejabat AS di Washington. Kunjungan tersebut dilakukan khusus untuk menanggapi ancaman kenaikan tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Yeo menjelaskan bahwa selama kunjungannya, ia telah mengadakan diskusi dengan wakil perwakilan perdagangan AS. Fokus utamanya adalah memaparkan komitmen Korea Selatan dalam memenuhi janji investasi di AS serta di sektor-sektor non-tarif lainnya.
Selain itu, Yeo menambahkan bahwa pihak AS belum sepenuhnya memahami aspek-aspek sistem kelembagaan di Korea Selatan yang berbeda dengan sistem mereka. Ia menekankan pentingnya upaya komunikasi yang berkelanjutan kepada pihak Washington guna meluruskan perbedaan persepsi tersebut.
Sebelumnya, Trump melalui unggahan di media sosial pada Senin (26/01) pekan lalu menyatakan akan menaikkan tarif produk Korea Selatan dari 15 persen menjadi 25 persen. Trump menuding adanya penundaan dalam legislasi rancangan undang-undang investasi khusus oleh Majelis Nasional Korea Selatan sebagai alasan utama langkah tersebut.
Sebagai respons cepat, pemerintah Korea Selatan telah mengirim Menteri Perindustrian, Kim Jung-kwan untuk berbicara dengan Sekretaris Perdagangan AS, Howard Lutnick, yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan Mendag Yeo untuk konsultasi lebih mendalam.