Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung menyatakan bahwa masyarakat biasa yang berjuang menghadapi lonjakan harga rumah jauh lebih layak mendapatkan perhatian dibandingkan para tuan tanah investor. Ia menilai para investor tersebut memiliki ekspektasi yang tidak realistis bahwa pemerintah akan terus menunda penerapan pajak tambahan keuntungan modal.
Melalui unggahan tajuk rencana surat kabar di platform X pada Rabu (04/02), Presiden Lee menanggapi argumen bahwa pemilik banyak properti di zona yang diatur akan kesulitan menjual aset mereka sebelum masa pengecualian sementara berakhir pada 9 Mei mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Lee menegaskan bahwa pemberlakuan kembali pajak tambahan tersebut sebenarnya telah dijadwalkan setiap tahunnya selama empat tahun terakhir. Menurutnya, kegagalan dalam melakukan persiapan merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari pihak investor.
Presiden Lee secara konsisten terus menekankan tekadnya untuk menstabilkan pasar real estat. Dalam serangkaian pesan yang diunggah berturut-turut sejak akhir bulan lalu, ia memastikan bahwa pemerintah tidak sedang mempertimbangkan penangguhan tambahan untuk pajak tersebut.
Pada Selasa (03/02) malam, ia juga membagikan sebuah artikel yang melaporkan peningkatan jumlah apartemen yang dijual di Distrik Gangnam, salah satu kawasan elit di Seoul. Dalam unggahan itu, ia mempertanyakan alasan sejumlah media yang terus melontarkan klaim keliru bahwa tidak ada properti yang masuk ke pasar saat ini.