Korea Selatan dan Amerika Serikat dilaporkan akan mengumumkan target pengalihan kendali operasional masa perang (OPCON) pada Pertemuan Konsultatif Keamanan Korea Selatan-AS (SCM) ke-58 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang di Washington, DC.
Laporan tersebut muncul di tengah upaya Seoul dan Washington untuk mempercepat pengalihan OPCON.
Menurut sumber pemerintah pada Rabu (04/02), Korea Selatan dan AS berencana menyelesaikan verifikasi terkait Kemampuan Operasional Penuh (FOC), yakni tahap kedua dalam proses evaluasi dan verifikasi pengalihan OPCON, sebelum gelaran SCM ke-58.
Hasil verifikasi tersebut akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan menteri pertahanan kedua negara pada pertemuan SCM.
Menteri pertahanan Korea Selatan dan Amerika Serikat diperkirakan akan mengajukan tahun 2028 sebagai target pengalihan OPCON, yang masih menjadi masa pemerintahan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden AS Donald Trump.
Selanjutnya, dengan memasuki tahap akhir yakni Full Mission Capability (FMC), kedua pihak akan menentukan waktu pengalihan yang lebih konkret.
Untuk memastikan kelancaran proses verifikasi pengalihan OPCON, Korea Selatan dan AS juga sepakat menggelar latihan Freedom Shield (FS), yakni latihan pos komando (CPX) dalam menghadapi potensi situasi darurat di Semenanjung Korea, yang rencananya digelar pada pertengahan bulan Maret mendatang.