Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun menjelaskan kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahwa Korea Selatan akan menindaklanjuti kesepakatan tarif yang dicapai tahun lalu, termasuk komitmen investasi ke AS.
Cho membagikan rincian progres yang dicapai di Majelis Nasional untuk mengesahkan undang-undang khusus yang diperlukan agar Korea Selatan dapat berinvestasi sebesar 350 miliar dolar AS di industri strategis AS, yang menurunkan tarif menjadi 15 persen.
Cho juga meminta Rubio untuk melanjutkan kerja sama diplomatik guna memastikan komunikasi dan konsultasi yang lancar antara otoritas perdagangan kedua negara.
Namun, Departemen Luar Negeri AS tidak menyinggung masalah tarif dalam konferensi persnya tentang pertemuan tersebut.
Departemen tersebut menyebutkan bahwa para diplomat terkemuka menyoroti kekuatan dari aliansi bilateral dan sepakat untuk terus bekerja sama secara erat dalam bidang tenaga nuklir sipil, kapal selam bertenaga nuklir, pembangunan kapal, dan peningkatan investasi Korea Selatan untuk merevitalisasi industri-industri kritis AS.
Kedua belah pihak juga menegaskan kembali komitmen mereka terhadap denuklirisasi sepenuhnya Korea Utara.
Menteri Perdagangan Yeo Han-koo, yang juga berada di Washington untuk mendukung negosiasi yang sedang berlangsung, mengindikasikan bahwa ada upaya pemerintahan Trump untuk menaikkan tarif 25 persen terhadap Korea Selatan di Federal Register, yang akan berfungsi sebagai pemberitahuan hukum atas tindakan tersebut.
Yeo mengatakan bahwa ia juga menjelaskan kepada para pejabat Trump, termasuk pihak perwakilan perdagangan, bahwa Seoul tetap teguh pada janjinya untuk berinvestasi di AS dan di bidang non-tarif, tetapi tidak mendengar jawaban yang pasti.
Ia mengatakan bahwa pihak AS tidak memahami perbedaan aspek-aspek sistem kelembagaan Korea Selatan, sehingga perlu pembicaraan berkelanjutan dengan Washington untuk menyelesaikan masalah ini.