Photo : Foreign Ministry / Yonhap
Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun menghadiri Pertemuan Mineral Kritis Tingkat Menteri yang diadakan di Washington D.C., Amerika Serikat, pada hari Rabu (04/02).
Pertemuan membahas langkah-langkah untuk memperkuat kerja sama internasional guna menstabilkan dan mendiversifikasi rantai pasok mineral kritis, termasuk tanah jarang yang sangat penting bagi industri teknologi.
Pertemuan yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri AS itu diikuti sebanyak 56 negara, termasuk negara-negara G7. Dari pihak AS, hadir sejumlah pejabat tinggi pemerintahan, termasuk Wakil Presiden AS JD Vance.
Para peserta menekankan pentingnya kerja sama multilateral yang dapat dipercaya di tengah restrukturisasi rantai pasok global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Dalam kesempatan yang sama, Kemitraan Keamanan Mineral (MSP) resmi diluncurkan sebagai Forum Kerja Sama Sumber Daya Geostrategis (FORGE Initiative).
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan bahwa Korea Selatan akan menjabat sebagai ketua forum tersebut hingga Juni tahun depan.
Pemerintah Korea Selatan menyambut baik hal ini dan berencana untuk terus memperluas kerja sama dengan negara-negara G7, anggota FORGE, serta negara-negara pemilik mineral kritis utama supaya aktif mendorong stabilitas dan diversifikasi rantai pasok mineral kritis global.