Korea Selatan mencatat rekor tertinggi surplus neraca transaksi berjalan yang didorong oleh ekspor yang kuat serta meningkatnya pendapatan dividen dari investasi luar negeri.
Data Bank Sentral Korea yang dirilis pada Jumat (06/02) menunjukkan, Korea Selatan membukukan surplus neraca transaksi berjalan sebesar 18,7 miliar dolar AS pada Desember, yang menjadi rekor tertinggi secara bulanan.
Sebagai hasilnya, surplus neraca transaksi berjalan kumulatif sepanjang tahun lalu mencapai rekor 123,05 miliar dolar AS, melampaui rekor sebelumnya sebesar 105,1 miliar dolar AS yang dicatat pada 2015.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dari proyeksi bank sentral yang dirilis pada November, yaitu 8 miliar dolar AS.
Sementara, surplus neraca barang mencapai 18,85 miliar dolar AS, juga menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
Ekspor meningkat 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan terutama ditopang oleh produk IT yang berfokus pada semikonduktor, sementara ekspor mobil penumpang juga berbalik naik.
Untuk impor, bertambah 1,7 persen di tengah penurunan harga energi. Neraca jasa mencatat defisit sebesar 3,69 miliar dolar AS pada Desember.