Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan, Wi Sung-lac menilai pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kenaikan tarif, berdampak negatif pada hubungan Korea Selatan dan AS.
Media Kyunghyang pada Kamis (05/02), Wi mengakui dari kesepakatan mengenai tarif dan keamanan yang dicapai di Gyeongju, tindak lanjut sektor keamanan berjalan relatif lancar.
Namun, ia menilai penanganan negosiasi tarif berdampak pada berbagai agenda, termasuk kapal selam bertenaga nuklir, isu pengayaan dan pengolahan ulang bahan bakar nuklir, serta upaya perdamaian di Semenanjung Korea.
Ia juga menanggapi sikap pemerintah Seoul yang menyatakan bahwa isu Coupang, undang-undang platform daring, dan tarif tidak saling terkait. Namun, menurutnya, semua isu tersebut saling berkaitan, seiring Amerika Serikat terus mengangkat persoalan-persoalan itu.
Wi menambahkan bahwa insiden kebocoran data tentu merupakan tanggung jawab Coupang, namun pemerintah juga perlu mencermati secara saksama berbagai isu yang diangkat di AS, serta memberikan bantahan dan penjelasan yang diperlukan secara prosedural tanpa celah.