Profesor Seo Kyung-duk dari Universitas Sungshin menegaskan bahwa Komite Olimpiade Internasional (IOC) harus melarang kelompok pendukung Jepang yang menggunakan bendera Matahari Terbit, saat Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina d’Ampezzo 2026 yang dibuka pada Jumat (06/02).
Melalui media sosial, Profesor Seo menyatakan bendera Matahari Terbit merupakan simbol militerisme dan imperialisme, karena digunakan Jepang di garis depan saat melakukan agresi terhadap berbagai negara di Asia pada masa lalu.
Ia menambahkan bahwa pada Olimpiade Musim Dingin PyeongChang, foto seorang atlet Jepang yang mengenakan topi bermotif bendera Matahari Terbit sempat diunggah di akun media sosial resmi IOC dan memicu kontroversi.
Ia juga menyebut bahwa pada Olimpiade Paris dan Tokyo, dukungan dengan bendera Matahari Terbit muncul dalam lomba balap sepeda putra, yang kembali menimbulkan polemik besar.
Menurutnya, penanganan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) berbeda. Ia menjelaskan bahwa setelah bertahun-tahun menghadapi protes yang terus berlanjut, FIFA secara langsung menghentikan aksi dukungan pendukung Jepang yang menggunakan bendera Matahari Terbit pada Piala Dunia Qatar, yang kemudian mendapat apresiasi luas dari para penggemar sepak bola di seluruh dunia.