Pemerintahan Trump terus mendesak negara-negara aliansi untuk bertanggung jawab dalam pertahanan mereka sendiri.
Di dalam Konferensi Keamanan Munich (MSC) tanggal 14 Februari lalu, Wakil Menteri Urusan Kebijakan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat Elbridge Colby menyampaikan bahwa Korea Selatan sebagai contoh yang baik.
Dia menekankan bahwa Korea Selatan rela melakukan peran aktif dalam pertahanan melindungi Semenanjung Korea melawan Korea Utara.
Pernyataan tersebut ditafsirkan sebagai tuntutan AS agar Eropa memimpin tanggung jawab keamanan melawan Rusia seperti halnya Korea Selatan.
Menurutnya, Korea Selatan merupakan negara aliansi non anggota NATO pertama yang berjanji akan mengeluarkan anggaran pertahanan sebesar 3,5 persen dari PDB yang diminta AS.
Langkah-langkah Korea Selatan serupa sesuai dengan kepentingan nasional AS, dan pernyataan itu ditafsirkan AS menekankan peran dan tanggung jawab militer Korea Selatan.
Di dalam strategi pertahanan negara AS yang baru diumumkan, AS menilai bahwa Korea Selatan mampu melawan Korea Utara berbasis dukungan AS yang signifikan dan terbatas.
Diperkirakan situasi serupa mendorong pembahasan yang lebih cepat mengenai transfer hak kontrol operasi masa perang (OPCON) ke Korea Selatan.