Ekonomi Korea Selatan mengalami kontraksi pada kuartal keempat tahun lalu dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, sehingga mencatatkan pertumbuhan terendah kedua di antara 24 negara.
Menurut Sistem Statistik Ekonomi Bank Korea pada Selasa (17/02), produk domestik bruto (PDB) menyusut sebesar 0,276 persen pada periode Oktober-Desember dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Hingga Senin (16/02), Korea Selatan menempati peringkat ke-22 di antara 24 negara yang telah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi kuartal keempat sejauh ini, hanya di atas Norwegia dan Irlandia.
Bank sentral menemukan bahwa hanya lima negara yang mencatatkan pertumbuhan negatif pada kuartal keempat, termasuk Korea Selatan, Kanada, dan Estonia.
Bank sentral akan merilis proyeksi pertumbuhan yang disesuaikan pada pekan depan berdasarkan hasil negosiasi tarif antara Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Bank sentral sebelumnya memperkirakan bahwa ekonomi Korea Selatan akan tumbuh sebesar 1,8 persen tahun ini.