Presiden Lee Jae Myung menyatakan bahwa dalam sistem ekonomi pasar kapitalis, kepemilikan beberapa rumah yang tidak melanggar hukum dan peraturan, tidak dapat disebut sebagai kejahatan sosial.
Ia menegaskan bahwa memiliki banyak rumah tidak masalah. Namun, politisi yang memiliki kewenangan untuk merancang dan menegakkan hukum gagal mencegah kepemilikan banyak rumah, dan justru memperkenalkan insentif yang mendorong spekulasi, maka itulah masalah yang sebenarnya.
Lee mengunggah sebuah tulisan di media sosial pada Rabu (18/02) pagi yang mengutip pernyataan pemimpin oposisi utama Partai Kekuatan Rakyat, Jang Dong-hyeok, yang menuduh Presiden Lee menggambarkan pemilik banyak rumah sebagai kejahatan sosial.
Jang menyatakan bahwa tindakan Presiden Lee tersebut dinilai memprihatinkan dan mengkhawatirkan.
Sebagai tanggapannya, Presiden Lee menegaskan bahwa yang seharusnya dikritik adalah sistem yang dibuat oleh politisi, bukan para pemilik rumah yang memanfaatkan sistem tersebut.
Pemerintahan berlandaskan kedaulatan rakyat akan menarik hal-hal yang menguntungkan para pemilik rumah lebih dari satu, melalui sistem perpajakan, regulasi, dan keuangan.
Ia juga menyatakan bahwa pemerintah akan secara tegas memberlakukan dan mengelola tanggung jawab serta beban yang sepadan dengan kepemilikan banyak rumah tersebut.