Korea Utara telah memulai Kongres Partai ke-9, acara politik terbesar yang diadakan setiap lima tahun sekali.
Media resmi Korea Utara, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), pada hari Jumat (20/02) melaporkan bahwa kongres partai dibuka pada hari 19 Februari di Pyongyang.
Dalam pidato pembukaannya, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan mengatakan bahwa dibandingkan dengan lima tahun lalu, saat kongres partai ke-8 diadakan, Korea Utara telah memperkuat status nasionalnya di kancah internasional, membawa perubahan besar dalam lanskap politik global dan hubungan luar negeri.
Pernyataan tersebut dianggap sebagai referensi terhadap klaim statusnya sebagai negara bersenjata nuklir.
Kim tidak secara langsung menyebut Amerika Serikat, Korea Selatan, atau kemampuan nuklir dalam pidatonya. Ia kebanyakan membahas isu-isu ekonomi.
Kongres, yang dihadiri oleh sekitar lima ribu delegasi, diperkirakan akan meninjau pencapaian selama lima tahun terakhir dan merumuskan arah kebijakan dalam dan luar negeri untuk lima tahun ke depan.