Konfrontasi antara militer Amerika Serikat dan China sempat terjadi di dekat Semenanjung Korea. Hal ini disebabkan pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan menggelar latihan udara bersamaan dengan China yang mengerahkan jet tempur.
Mengutip sejumlah sumber militer pada Jumat (20/02), lebih dari sepuluh jet tempur F-16 milik Pasukan AS di Korea lepas landas dari Pangkalan Osan di Pyeongtaek, Provinsi Gyeonggi, pada Rabu (18/02), dan bermanuver hingga wilayah udara internasional di atas Laut Barat.
Jet tempur F-16 tersebut dilaporkan terbang hingga area di antara Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korea (KADIZ) dan Zona Identifikasi Pertahanan Udara China (CADIZ), tepatnya di wilayah yang tidak tumpang tindih antara kedua zona tersebut.
Saat jet tempur AS mendekati CADIZ, China juga mengerahkan jet tempur, sehingga kedua pihak sempat saling berhadapan dan ketegangan meningkat. Namun, dilaporkan tidak ada pihak yang memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara milik masing-masing.
Sebelumnya, pasukan AS di Korea Selatan telah melaporkan mengenai latihan tersebut, namun tidak menjelaskan area penerbangan. Latihan independen pasukan AS di dekat CADIZ dinilai tidak lazim, sehingga memunculkan spekulasi di kalangan militer dan pengamat bahwa latihan tersebut bertujuan untuk mengimbangi China.
Zona Identifikasi Pertahanan Udara merupakan garis yang ditetapkan secara sepihak untuk mengidentifikasi potensi ancaman udara sejak dini. Zona ini berbeda dengan wilayah udara teritorial menurut hukum internasional.
Namun, pesawat militer pada umumnya harus memberitahukan rencana penerbangan apabila mendekati Zona Identifikasi Pertahanan Udara milik negara lain.