Partai-partai politik di Korea Selatan terus berdebat setelah vonis penjara seumur hidup mantan Presiden Yoon Suk Yeol dalam pengadilan tingkat pertama.
Ketua Partai Demokrat, Jung Chung-rae menilai putusan tersebut menandakan kemunduran dalam keadilan hukum.
Ia mengkritik keras vonis majelis hakin dengan menyatakan tidak memahami realita dan tidak mencerminkan sentimen publik. Ia juga berkomitmen untuk menuntaskan reformasi peradilan.
Di sisi lain, Pemimpin Partai Kekuatan Rakyat, Jang Dong-hyeok, pada Jumat (20/02) menekankan prinsip praduga tak bersalah, sembari kembali menyatakan bahwa pemberlakuan darurat militer tidak serta-merta merupakan pemberontakan.
Ia justru menuduh bahwa Presiden Lee Jae Myung dan Partai Demokrat melakukan 'pemberontakan' melalui apa yang disebut sebagai 'kediktatoran legislatif,' serta menyerukan agar hal tersebut diadili.
Ketua partai menolak seruan dari anggota reformis partai yang ingin memutus hubungan dengan Yoon, dengan menyatakan bahwa permintaan maaf dan pemutusan hubungan mantan presiden akan menimbulkan perpecahan.