Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Jalur Komunikasi antar-Korea Dipulihkan Kembali

#Isu Sepekan l 2021-07-31

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Jalur komunikasi antar-Korea telah dibuka kembali pada Selasa (27/07) berdasarkan kesepakatan yan dicapai pemimpin Korea Selatan dan Korea Utara.


Jalur komunikasi antar-Korea diputus secara sepihak oleh Korea Utara pada tanggal 9 Juni tahun lalu sebagai protes atas penanggulangan pemerintah Korea Selatan terhadap aksi penyebaran selebaran anti Korea Utara oleh kelompok pembelot Korea Utara di Korea Selatan.


Kepala Humas Kepresidenan Park Soo-hyun mengatakan dalam pengarahan pers hari Selasa (27/07) bahwa pemulihan jalur komunikasi itu dilakukan berdasarkan kesepakatan pemimpin Korea Selatan dan Korea Utara yang dicapai melalui korespondensi surat pribadi sejak bulan April lalu.


Pada waktu yang hampir bersamaan, Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) mengonfirmasi pemulihan jalur komunikasi antar-Korea dan pertukaran surat pribadi kedua pemimpin, serta menyatakan bahwa hal itu akan berdampak positif dalam perbaikan dan perkembangan hubungan antar-Korea.


Seperti sebelumnya, Korea Selatan dan Korea Utara akan melakukan kontak rutin pada pagi dan sore hari melalui kantor penghubung antar-Korea dan jalur komunikasi militer antar-Korea. Sebelum jalur komunikasi itu diputus oleh Korea Utara, kedua Korea melakukan komunikasi melaui kantor penghubung antar-Korea pada pukul 09.00 dan 17.00 setiap hari.


Jalur komunikasi antar-Korea merupakan saluran komunikasi tetap yang menghubungkan Seoul dan Pyongyang. Jalur komunikasi militer anta-Korea di kawasan Laut Timur dan Laut Barat merupakan kanal penting untuk mencegah bentrokan militer yang tidak disengaja dan menjaga kelancaran pengiriman tenaga kerja dan barang antara dua Korea.


Selain dua jenis jalur komunikasi itu, terdapat beberapa saluran komunikasi lain di Panmunjeom, yaitu jalur komunikasi antara Badan Intelijen Nasional Korea Selatan dan Kementerian Unifikasi Korea Utara, serta antara pemimpin dua Korea. Namun, sejumlah saluran komunikasi sering diputus dan dihidupkan kembali oleh pihak Korea Utara sebagai bentuk protes keras terhadap Korea Selatan.


Pemulihan jalur komunikasi antar-Korea Selatan kali ini memiliki arti signifikan karena dilakukan melalui komunikasi dan kesepakatan oleh pemimpin Korea Selatan dan Korea Utara. Sebab itu diharapkan dialog antar Korea dan dialog Korea Utara dan Amerika Serikat (AS) dapat terwujud. Kementerian Luar Negeri AS pun menyambut baik pengaktifan kembali jalur komunikasi antar-Korea dan pihaknya bersedia berdialog dengan Pyongyang.


Namun demikian, kondisi pandemi COVID-19, perbedaan pendapat mengenai denuklirisasi, dan latihan militer gabungan Korea Selatan dan AS masih menjadi hambatan untuk mewujudkan dialog tersebut. 

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >