Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Korea Utara

Korut mengadakan rapat paripurna Partai Buruh pada pekan lalu

#Fokus Sepekan l 2021-06-24

Selangkah Satu Korea

ⓒ KBS

Korea Utara mengadakan rapat paripurna ketiga Komite Pusat Partai Buruh ke-8 sejak tanggal 15 hingga 18 Juni lalu. Pada hari pertama sesi rapat, pemimpin Kim Jong-un membuat sebuah pengakuan langka mengenai krisis pangan, dengan menyebut kondisi pasokan pangan untuk rakyat semakin sulit. Pada hari ketiga rapat tersebut, Kim mengeluarkan perintah khusus yang menyerukan langkah tegas untuk stabilisasi kehidupan masyarakat yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah rakyat yang mendesak dengan cepat. Tampak jelas bahwa meningkatkan kondisi kehidupan masyarakat dan mengatasi kesulitan ekonomi adalah agenda utama pertemuan tersebut.

    

Adapun dalam pertemuan partai baru-baru ini, perhatian juga tertuju pada apakah Korea Utara akan menyampaikan sebuah pesan kepada AS. Pemerintahan Biden mencoba melakukan kontak dengan Korea Utara pada bulan Februari, tetapi Korea Utara tetap tidak menunjukkan tanggapan yang responsif. Dalam pertemuan partai baru-baru ini, Kim mengirimkan sebuah pesan langsung yang pertama kepada pemerintahan Biden. Pada pertemuan hari ketiga tanggal 17 Juni, Kim Jong-un menekankan pentingnya kesiapan untuk berdialog dan berkonfrontasi, khususnya kesiagaan penuh jika harus terlibat dalam sebuah konfrontasi dengan AS. Kim mengatakan kesiapan itu penting untuk menjaga martabat dan kepentingan negara, serta menjamin perdamaian dan keamanan negara. Dia juga menghimbau perlunya fokus untuk mengontrol stabilitas kondisi di Semenanjung Korea.


Sementara itu, Perwakilan Khusus AS untuk Korea Utara, Sung Kim, telah menegaskan kembali tawaran Washington untuk bertemu dengan Korea Utara tanpa persyaratan apapun. Tetapi, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Yo-jong, mengeluarkan tanggapan negatif mengenai harapan Washington melalui Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) pada 22 Juni. Terlebih lagi, pernyataan Kim Yo-jong tersebut dirilis bertepatan dengan masa kunjungan Sung Kim ke Korea Selatan. Maka tampak bahwa Pyongyang sedang dengan cermat mengamati tawaran dialog dari Washington.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >