Korea Utara Akan Pertahankan Teknologi Nuklir Meski Sudah Setuju untuk Denuklirisasi l KBS WORLD Radio
Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Korea Utara Akan Pertahankan Teknologi Nuklir Meski Sudah Setuju untuk Denuklirisasi

#Ulasan Hari Ini l 2018-08-10

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Kunjugan Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho ke Iran menarik banyak perhatian, terutama terkait keputusan AS untuk kembali menerapkan sanksi terhadap Iran. Korea Utara dan Iran sebenarnya telah menjalin hubungan persahabatan sejak dulu, sehingga kunjungan Menteri Ri dianggap bukan sebagai hal yang istimewa. Hasil pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri atau pertemuan lainnya juga tidak terasa istimewa. Namun, kunjungan Ri justru mendapat perhatian karena dilakukan meskipun tidak ada isu yang penting antara dua negara.


Saat ini Korea Utara ingin melepaskan diri dari sanksi AS dengan janji denuklirisasi. Sedangkan, Iran kembali mendapat sanksi akibat pelanggaran kesepakatan nuklir dengan AS. Meskipun ada stagnasi perkembangan hubungan antara Korea Utara dan AS, dua negara tersebut tetap berada dalam fase dialog. Sedangkan, konflik antara AS dan Iran mencapai puncaknya akibat pemulihan sanksi.


Sejak dulu Korea Utara dan Iran telah menjalin hubungan persahabatan dengan sentimen anti AS dan gerakan non-blok. Hubungan dua negara berkembang setelah perang antara Iran dan Irak pada tahun 1980-an. Pada waktu itu, Irak mendapat dukungan sepihak dari dunia Barat, sedangkan Iran mendapat dukungan dari Korea Utara, sehingga hubungan keduanya menjadi semakin erat.


Korea Utara juga telah mengambil bagian dalam pengembangan rudal balistik Iran. Dua negara tersebut memiliki pengalaman yang sama karena ditunjuk oleh AS sebagai 'negara bermasalah.’ Dari sisi tersebut, kunjungan Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho ke Iran dimaknai sebagai bentuk perlawanan ke arah AS. Korea Utara juga sering menunjukkan hubungan yang lebih akrab dengan China jelang negosiasi antara Korea Utara dan AS. Sehingga kunjungan Korea Utara  ke Iran dianggap sebagai langkah untuk mengambil dukungan dari pihak lain.


Meskipun demikian ada pihak yang menganggap bahwa AS yang kembali menerapkan sanksi kepada Iran menjadi peringatan tidak langsung kepada Korea Utara. Dari sisi tersebut, kunjungan Ri ke Iran dapat menjadi pengaruh buruk bagi fase dialog antara Korea Utara dan AS.

Pilihan Editor