Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Korea Selatan Menyelidiki Tiga Kapal Asing yang Diduga Mengangkut Batu Bara Korea Utara

#Ulasan Hari Ini l 2018-08-03

Warta Berita

ⓒ KBS News

Kasus penyelundupan ilegal batu bara Korea Utara ke Korea Selatan semakin membesar ketika Badan Bea Cukai Korea kembali menyelidiki tiga kapal asal luar negeri, setelah sebelumnya melakukan penyelidikan pada dua kapal kargo asing atas kasus serupa. Jumlah batu bara yang diangkut oleh dua unit kapal kargo mencapai 9 ribu ton, namun jumlah pengangkutan batu-bara oleh tiga kapal yang baru teridentifikasi tersebut mencapai 15 ribu ton. 


Batu bara asal Korea Utara digunakan untuk pembangkit listrik tenaga panas di Korea Selatan. Korea Southeast Power, anak perusahaan Perusahaan Pembangkit Listrik Korea, dicurigai telah dua kali mengimpor 9 ribu 703 ton batu bara antrasit dari Rusia melalui perusahaan perdagangan di Pohang, Gyeongsang Utara. Menurut hasil investigasi, Korea Southeast Power diketahui telah mengadakan kontrak impor 40 ribu ton batu-bara asal Rusia bersama perusahaan perdagangan terkait melalui tender terbuka. Namun Korea Southeast Power menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat mengenali perbedaan antara baru bara asal Korea Utara dan Rusia. 


Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2371 melarang ekspor batu bara Korea Utara secara menyeluruh. Korea Utara tidak boleh menjual, mendistribusikan atau memidahkan batu bara, besi, dan biji besi secara langsung maupun tidak langsung, dengan menggunakan tenaga manusia, kapal atau pesawat pribadi. Resolusi tersebut juga melarang seluruh negara untuk tidak mengambil ketiga produk dari Korea Utara melalui warga, kapal, dan pesawat negara masing-masing. Oleh karena itu, jika Korea Utara berniat mengekspor batu bara ke Korea Selatan, hal itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. 


Korea Selatan juga melarang perdagangan antara dua Korea melalui sanksi 24 Mei tahun 2010. Sebelum ada resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2371, Korea Selatan telah melarang kegiatan impor batu bara dari Korea Utara. Namun, pemasokan batu bara Korea Utara ke dalam negeri menunjukkan bahwa saat ini terdapat celah lebar dalam penerapan sanksi terhadap Korea Utara. 

Pilihan Editor