Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Langkah baru pemerintah untuk menstabilkan pasar properti

#Isu Bisnis l 2018-09-03

Dunia Bisnis

ⓒ KBS News

Pemerintah Korea Selatan meningkatkan serangkaian peraturan real estate untuk menanggapi kenaikan harga perumahan. Aturan baru tersebut muncul satu tahun setelah pemerintah mengumumkan langkah keras yang dikenal sebagai ‘kebijakan properti tgl.2 Agustus’, dengan tujuan untuk mengekang permintaan spekulatif di Seoul dan sekitarnya. 

 

Harga apartemen di Seoul telah naik 6,32% selama 12 bulan sejak pengumuman kebijakan tgl.2 Agustus tahun lalu. Persentase itu lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 4,78% sebelum kebijakan diluncurkan. Dengan pasar properti yang semakin memanas pemerintah mengumumkan peraturan tambahan pada tgl.27 Agustus. 


Fokus kebijakan properti pemerintah mengarah pada kontrol permintaan selama setahun terakhir. Pasar properti di Seoul pernah menunjukkan tanda stabilitas untuk sementara setelah pemerintah mengumumkan langkah anti spekulasi pada bulan Agustus tahun lalu. Namun efeknya terlihat singkat dan harga apartemen mulai naik, terutama karena pasar yang terlalu panas tidak dapat ditangnai hanya dengan pengendalian permintaan berdasarkan peraturan ketat. Pemerintah akan memperluas persediaan dengan memberi isyarat kepada mereka yang tidak memiliki rumah untuk tidak perlu merasa terpaksa untuk membeli rumah. 


Pasokan rumah di Korea Selatan saat ini telah mencukupi jumlah cadangan. Namun situasinya berbeda, Dengan kata lain, banyak orang memiliki beberapa rumah untuk tujuan spekulatif. Oleh karena itu, dengan permintaan spekulatif masih merajalela, peningkatan pasokan rumah tidak bisa menjadi solusi yang mendasar. Pemerintah kemudian mengambil sikap untuk berhati-hati mengawasi pasar dan merilis langkah lanjutan, termasuk menetapkan peraturan pajak dan keuangan untuk membatasi investasi spekulatif. Diperlukan langkah untuk menyusun kebijakan ekonomi komprehensif, termasuk untuk mengalirkan uang yang mengambang di pasar ke dalam industri, bukan ke pasar properti.

Pilihan Editor