Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Trump Berterima Kasih atas Tekad Denuklirisasi Kim Jong-un

#Ulasan Hari Ini l 2018-09-07

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Reaksi AS setelah kunjungan utusan khusus Korea Selatan ke Korea Utara menarik minat masyarakat dunia. Presiden Trump menyambut positif pesan dari Kim Jong-un, namun Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bersikap lebih hati-hati dan menganggap bahwa masih banyak urusan yang harus diselesaikan. Meskipun demikian, pernyataan pejabat tinggi AS tersebut membuat beberapa pihak memprediksi suasana kebuntuan antara Korea Utara dan AS semakin mencair.


AS dan Korea Utara bersikap keras mengenai langkah apa yang terlebih dahulu harus diambil, antara denuklirisasi atau deklarasi berakhirnya perang. Menjelang kunjungan utusan khusus Korea Selatan ke Korea Utara, AS mengusulkan daftar nuklir dan jadwal pelakanaan denuklirisasi sebagai jaminan kepercayaan. Pemimpin Kim Jong-un mengatakan pihaknya akan menyelesaikan denuklirisasi sampai masa jabatan pertama Trump berakhir, yaitu menjelang bulan Januari tahun 2021 mendatang. Atas pernyataan tersebut, Presiden Trump melalui akun Twitternya mengungkapkan rasa terima kasih dan menyatakan bahwa AS dan Korea Utara akan mewujudkan denuklirisasi secara bersamaan.


Trump menilai bahwa perkembangan proses nuklir Korea Utara sangat dibutuhkan sebagai catatan prestasi di pemilu sela pada bulan November dan pemilihan ulang untuk jabatan presiden. Sementara itu, Kim Jong-un juga mengeluarkan pernyataan bahwa deklarasi untuk mengakhiri perang tidak berhubungan dengan aliansi Korea Selatan dan AS, atau secara khusus penempatan pasukan AS di Korea Selatan. Pernyataan Kim dinilai mampu menghapus sejumlah kekhawatiran yang muncul dalam internal AS. Namun, sikap hati-hati Mike Pompeo dianggap cukup wajar karena ia terlibat langsung dalam negosiasi dengan Korea Utara sebagai pejabat tingkat kerja.


Perwakilan Khusus Kebijakan terhadap Korea Utara dari Kementerian Luar Negeri AS Stephen Biegun dalam waktu dekat juga akan mengunjungi Korea Selatan, China dan Jepang untuk pertama kali setelah pelantikannya. Kementerian Luar Negeri AS menjanjikan upaya diplomatik untuk mewujudkan denuklirisasi akhir Korea Utara yang sepenuhnya diverfikasi (FFVD) saat mengumumkan jadwal kunjungan Biegun. Hal itu kembali dianggap sebagai bentuk penegasan terhadap denuklirisasi Korea Utara. Meskipun pintu dialog antara Korea Utara dan AS saat ini kembali menunjukkan celah, namun proses negosiasi ke depan diperkirakan masih akan menghadapi tantangan.

Pilihan Editor