Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Korea Selatan dan AS telah merilis revisi FTA bilateral mereka

#Isu Bisnis l 2018-09-10

Dunia Bisnis

ⓒ YONHAP News

Revisi terbaru FTA Korea Selatan dan AS menunjukkan bahwa pemerintah Seoul memilih untuk melindungi industri pertanian dan baja dengan membuat beberapa konsesi pada sektor otomotif. Selain itu, amandeman untuk ISDS yang lama dianggap ‘beracun’ bagi Korea Selatan karena dipandang sebagai pencapaian yang produktif. 


Pada bulan Mei, perusahaan pengelola investasi asal AS Elliot Management mengajukan tuntutan hukum kepada Korea Selatan. Sengketa tersebut menuntut kompensasi dari pemerintah atas kerugian yang diklaim muncul melalui penggabungan Samsung C&T dan Cheil Industries pada tahun 2015. Perusdahaan tersebut juga menuduh bahwa pemerintah melakukan campur tangan yang salah dalam prosesnya. Gerakan itu berdasarkan pada ISDS dari FTA Korea Selatan dan AS. Namun dengan revisi terbaru, penyalahgunaan ISDS seperti ini diharapkan dapat dicegah. 


Melihat kesepakatan yang direvisi, AS akan memperpanjang 20 tahun tarif pada impor truk pickup Korea yang pada awalnya diperkirakan akan dibatalkan pada tgl.1 Januari 2021. Batas impor kendaraan AS yang memenuhi standar keamanan AS sebagai pengganti standar Korea Selatan akan diperluas menjadi 50 ribu unit. Namun negosiasi ulang terbaru tentang Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara antara AS dan Meksiko menunjukkan bahwa keputusan untuk menjaga aturan aslinya tidak berubah. Kekhawatiran tersebut tetap berkaitan dengan langkah Washington untuk mengenakan tarif 25% pada mobil Korea Selatan. Korea Selatan tampak menghindari krisis dengan mendahulukan revisi perjanjian perdagangannya dengan AS, namun menjadi sangat bergantung pada keputusan Washington atas UU Ekspansi Perdagangan. Oleh karena itu, pemerintah Korea Selatan tengah mengupayakan kegiatan diplomatik yang dapat mengecualikan otomotif Korea Selatan dari daftar tarif 25%. Pada waktu yang sama Korea Selatan juga mencoba untuk mempercepat pemberlakukan revisi FTA antara Korea Selatan dan AS. 

Pilihan Editor