Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

S&P: Ketegangan Semenanjung Korea cenderung berkurang

#Ulasan Hari Ini l 2018-10-04

Warta Berita

ⓒKBS News

Peringkat kredit Korea Selatan dari S&P tetap dipertahankan lebih dari 2 tahun terakhir. Lembaga pemeringkat internasional lainnya, seperti Moody’s dan Fitch Ratings juga menjaga peringkat kredit Korea Selatan di level yang sama. Mereka tidak terlihat adanya gerakan untuk menaikkan peringkat kredit Korea Selatan, namun faktor positif tampaknya semakin meningkat secara keseluruhan.


S&P telah menaikkan peringkat kredit Korea Selatan ke tingkat tertinggi ketiga, yakni ‘AA’, pada bulan Agustus tahun 2016, dan kemudian tetap mempertahankan hingga saat ini. Moody’s juga memberikan tingkat tertinggi ketiganya, Aa2, sementara Fitch menilainya di level tertinggi keempat, AA-. Sebanyak 7 negara berada di level AA dari S&P, selain Korea Selatan, yaitu Inggris, Belgia, Prancis, Selandia Baru, Abudabi dan Kuwait. Dalam level tertinggi, AAA, terdapat 11 negara, termasuk Jerman, Kanada, Australia, Singapura, Belanda, Denmark, Swedia, dan Norwegia. Lima negara, termasuk AS, Hongkong, Filandia, Austria dan Isle of Man, berada di peringkat yang paling atas, yakni AA+. Taiwan berada di level AA-, satu peringkat dibawah Korea, sementara Jepang dan China diberikan peringkat di level A+, dua peringkat dibawah Korea Selatan.


Satu fokus perhatian dari S&P tertuju pada kecenderungan peredaan ketegangan di Semenanjung Korea. S&P menganggap bahwa potensi ancaman keamanan dari Korea Utara tetap menjadi faktor pembatas untuk menaikkan peringkat kredit Korea Selatan. Namun demikian, pihaknya memperkirakan jika Korea Utara akan memajukan liberalisasi ekonominya, maka risiko geopolitik di regionalnya dapat menurun. Lembaga pemeringkat internasional itu juga memandang indikator eksternal yang sehat di Korea Selatan menjadi landasan untuk pemeringkat kredit negara. Lebih lanjut dikatakan, bahwa jalur pertumbuhan Korea Selatan lebih solid daripada negara-negara maju yang lain, dengan menunjukkan rasio pertumbuhan PDB 2,7%. Sementara itu, S&P mengungkapkan ‘utang yang tidak disengaja’ sebagai rentan terbesar pada kredit Korea Selatan. Misalnya beban biaya pemerintah Korea Selatan pada tingkat yang signifikan saat runtuhnya rezim Korea Utara dikemudian hari.


Selain itu, S&P menyatakan prospek pemeringkat kredit tetap ‘stabil’, yang berarti bahwa pihaknya tidak akan mengubah pemeringkat kredit sekarang, saat mengevaluasi pemeringkat di kemudian hari. Dengan kata lain, penuntasan risiko geopolitik sangat perlu untuk menaikkan peringkat kredit Korea Selatan.

Pilihan Editor