Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Volum Perdagangan Tahun Lalu Paling Banyak

#Isu Sepekan l 2019-01-06

Warta Berita

ⓒKBS News

Kementerian Perindustrian, Perdagangan dan Sumber Daya pada tanggal 1 Januari menyatakan volume perdagangan Korea Selatan pada tahun 2018 mencatat rekor baru mencapai 605,5 miliar dolar AS, meningat 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Selain itu, beberapa indikator perdagangan lain juga mencatat rekor tertinggi.


Prestasi perdagangan Korea Selatan itu merupakan yang pertama sejak  ekspor dicatat pada tahun 1948 dan melampaui 500 miliar dolar pada tahun 2011.


Hingga saat ini hanya ada enam negara di dunia yang memiliki ekspor lebih dari 600 miliar dolar dalam satu tahun, yaitu AS, Jerman, China, Jepang, Belanda dan Perancis.


Dengan demikian, Korea Selatan selama dua tahun mempertahankan peringkat ke-6 dalam urutan ekspor dunia dan mencatat prioritasnya dalam perdagangan dunia yang paling tinggi, mencapai 3,1 persen.


Enam bidang dari tiga belas bidang utama ekspor Korea Selatan mengalami peningkatan, sedangkan tujuh bidang lainnya mengalami penurunan.


Produk minyak mencatat peningkatan ekspor yang paling tinggi mencapai 33,5 persen, sedangkan produk semikonduktor 29,4 persen dan komputer, petrokimia, dan mesin berada di kisaran 10 persen.


Jumlah ekspor semikonduktor mencapai 126,7 miliar dolar dan untuk pertama kalinya melampaui 1 triliun dolar dalam setahun di dunia.


Ekspor kapal menurun 49,6 persen, ekspor peralatan komunikasi, barang elektronik, otomotif, dan beberapa jenis lainnya mengalami penurunan.


Secara regional, ekspor ke seluruh dunia meningkat kecuali pada wilayah Timur Tengah dan Amerika Latin. Secara khusus ekspor Korea Selatan ke China, Jepang, dan Komunitas Negara Independen (CIS) meningkat kisaran 10 persen.


Pemerintah Korea Selatan menyebut perusahaan kecil dan menengah adalah kuda hitam dalam prestasi ekspor tahun lalu. 


Akan tetapi, prospek ekspor tahun 2019 tidak begitu cerah karena banyak hambatan eksternal seperti konflik perdagangan AS dan China, lemahnya ekonomi dunia, dan perluasan proteksionisme.


Namun demikian, pemerintah menetapkan target ekspor tahun 2019 mencapai 600 miliar dolar selama dua tahun berturut-turut dan akan memberikan dukungan semaksimal mungkin.

Pilihan Editor