Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Ekspektasi untuk Membuka Kembali Kawasan Industri Gaesong Semakin Meningkat

#Ulasan Hari Ini l 2019-02-07

Warta Berita

ⓒKBS News

Upaya pembukaan kembali Kawasan Industri Gaesong yang merupakan proyek gabungan antarKorea telah tersendat. Hambatan muncul karena Korea Utara mendapat sanksi dari dunia internasional. Usaha untuk membuka kawasan itu tidak mudah dilaksanakan meskipun hubungan antarKorea semakin membaik.


Kawasan Industri Gaeseong merupakan hasil strategis yang saling menguntungkan antara dana dan teknologi Korea Selatan dengan lahan dan tenaga kerja Korea Utara. Proyek kawasan industri itu dimulai dengan kesepakatan antara perusahaan Hyundai Korea Selatan dengan pihak Korea Utara, tepat setelah pelaksanaan KTT pertama antarKorea tahun 2000. Dua Korea memulai pengoperasian percobaan pada bulan Desember 2004 dan kawasan ini berkembang cepat menjadi simbol kerja sama ekonomi antarKorea.


Pada tgl.10 Februari 2016, pemerintah Seoul mengumumkan penutupan kawasan industri sebagai tanggapan atas peluncuran rudal jarak jauh Korea Utara, menyusul tes nuklir mereka yang keempat. Sebagai tanggapannya, Korea Utara ikut menutup kawasan itu pada hari berikutnya dan mengusir tenaga kerja dari pihak selatan. Ada spekulasi bahwa uang tunai yang mengalir ke kawasan Gaeseong digunakan untuk mengembangkan senjata pemusnah massal di Korea Utara. Pada saat itu, Kawasan Industri Gaeseong adalah satu-satunya proyek kerja sama ekonomi antarKorea yang tersisa. Dengan tertutupnya kawasan itu, hubungan antarKorea secara penuh benar-benar terputus.


Menurut data terkait, 124 perusahaan Korea Selatan terdaftar memiliki pabrik di Kawasan Industri Gaesong saat pengoperasiannya dihentikan. Pada tahun 2015, nilai produksi tahunan kawasan itu menembus 500 juta dolar. Pemerintah dan sektor swasta telah berinvestasi total 1,19 triliun won. Penghentian operasi di kawasan itu mendorong kerugian besar, termasuk mengakibatkan perusahaan pailit.


Para pebisnis di Gaeseong telah membentuk komite penanggulangan darurat untuk bekerja sama dalam membuka kembali kawasan tersebut. Pihak Komite mengupayakan tiga proyek utama, seperti Kawasan Industri Geaseong, tur ke Gunung Geumgangsan dan penghubungan jalur kereta api dan jalan raya. Mereka mengarah pada pengecualian sanksi secara komprehensif terhadap tiga proyek utama tersebut. Pihak komite terus meminta pemerintah Seoul untuk mengizinkan kunjungan ke Korea Utara dalam rangka pemeriksaan fasilitas di kawasan Gaesong. Pada bulan lalu, 179 pebisnis pernah meminta konfirmasi kunjungan dengan tujuan pemeriksaan fasilitas, namun pemerintah menangguhkan persetujuannya.

Pilihan Editor