Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Kemunduran Ekspor Korea Selatan yang Mengkhawatirkan

#Isu Sepekan l 2019-02-10

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Volum ekspor Korea Selatan tercatat mencapai 46,35 miliar dolar AS pada bulan Januari, mengalami penurunan 5,8 persen dibandingkan Januari tahun 2018. Volum ekspor pada bulan Desember tahun lalu juga menurun 1,2 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.


Unsur utama dalam penurunan ekspor adalah ekspor produk utama yang menurun, seperti semikonduktor. Pelemahan ekspor semikonduktor tercatat sejak bulan Desember lalu. Dibandingkan periode sama setahun sebelumnya, ekspor berkurang 8,3 persen dan mencacat pertumbuhan minus untuk pertama kalinya dalam 27 bulan. Penurunan ekspor untuk bulan Januari tahun ini lebih tinggi, yaitu 23,3 persen. 


Ekspor semikonduktor mengambil porsi 21 persen dari seluruh ekspor Korea Selatan pada tahun 2018, sehingga penurunan seluruh volum ekspor domestik menjadi tidak terhindar.


Setelah semikonduktor dan mesin biasa, petrokimia yang menduduki peringkat ke-3 dalam ekspor Korea Selatan juga turun selama dua bulan berturut-turut dengan angka yang hampir sama.


Ekspor perangkat layar menurun selama lima bulan dan perangkat ponsel menurun selama enam bulan berturut-turut.


Di sisi lain, ekspor otomotif meningkat 27 persen pada bulan Desember dan 13,4 persen pada Januari lalu. Ekspor komponen otomotif yang mengalami penurunan selama empat bulan juga mulai naik, 12,8 persen pada Januari. Ekspor produk besi meningkat sekitar 3,3 persen.


Namun, 9 dari 13 bidang ekspor utama Korea Selatan mengalami penurunan  pada bulan Januari dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.


Melihat peta negara, ekspor ke China menurun selama tiga bulan, ekspor ke Timur Tengah dan Amerika Latin juga menurun masing-masing selama enam dan lima bulan. Sementara itu, ekspor ke negara lain justru meningkat.


Lemahnya ekspor diakibatkan turunnya harga semikonduktor, kekurangan permintaan, penurunan harga minyak, ekonomi negara maju yang kurang baik dan pertumbuhan ekonomi China yang rendah.


Prediksi peningkatan ekspor Korea Selatan tahun 2019 juga menjadi setengah dari prestasi tahun lalu. Bank Sentral Korea memandang rasio peningkatan ekspor Korea Selatan akan menjadi minus 1,4 persen pada tahun ini.


Akan tetapi, pemerintah memandaang rasio peningkatan ekspor akan naik tajam pada bulan Februari. Kementerian Perindustrian, Perdagangan dan Sumber Daya juga menganalisis pertumbuhan minus ekspor adalah gejala sementara.

 

Meksipun demikian, kekhawatiran pelemahan ekspor cukup besar. Oleh karena itu, pemerintah sedang menyediahkan tindak penanggulangan seperti mendukung ekspor semaksiamal mungkin, karena lemahnya ekspor dapat mendatangkan pelemahan seluruh ekonomi.


Salah satu inti kebijakan pemerintah untuk mendukung ekspor tersebut adalah memperluas dukungan keuangan, khususnya pinjaman dengan piutang usaha.

Pilihan Editor