Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Partai Berkuasa Memilih Ketua Fraksi Baru

#Isu Sepekan l 2019-05-11

Warta Berita

ⓒ Yonhap News


Partai berkuasa Partai Demokrat Korea memilih Lee In-young sebagai ketua fraksi barunya pada tanggal 8 Mei. 


Dalam pemilihan pertama yang diikuti oleh 125 orang dari seluruhnya 128 orang anggota, Lee In-young memperoleh 54 suara, Kim Tae-nyeon memperoleh 37 suara, dan Noh Woong-rae memperoleh 34 suara. Karena tidak ada calon yang mendapat suara lebih dari separuh, Lee dan Kim bersaing lagi dalam pemilihan kedua dan Lee terpilih dengan perolehan 76 suara.


Lee In-young pertama kali memulai karirnya sebagai politikus melalui Partai Demokrat yang dipimpin oleh Mantan Presiden Kim Dae-jung pada tahun 2000 silam. Kemudian, ia telah tiga kali terpilih sebagai anggota parlemen sejak tahun 2004. 


Ada analisis bahwa terpilihnya Lee dikarenakan suasana krisis dalam partai berkuasa. Jika Kim Tae-nyeon terpilih, seluruh pimpinan partai berkuasa berasal dari kelompok yang berpihak pada Presiden Moon Jae-in. Hal itu dapat membuat partai kehilangan pengekangan dan keseimbangannya. Terlebih hubungan Cheongwadae dan partai berkuasa yang saat ini dipimpin oleh Cheongwadae, kemungkinan tidak akan menang dalam pemilihan umum tahun depan. 


Ketua fraksi baru Partai Demokrat memulai tugasnya dengan beban yang berat. Dia harus menormalisasikan kegiatan parlemen. Tugas utamanya adalah mendorong Partai Kebebasan Korea yang sedang melakukan perjuangan di luar untuk masuk kembali ke parlemen. Parlemen hampir tidak melakukan kegiatannya sejak awal tahun ini. Akibatnya, partai berkuasa dan tiga partai oposisi mengasingkan partai oposisi utama, Partai Kebebasan Korea, dalam proses legislasi jalur cepat terkait rancangan undang-undang reformasi mengenai pemilu dan pembentukan badan penyelidik korupsi pejabat senior. 


Mulai hari pertama sejak dilantik, Lee sibuk melakukan tugasnya. Karena ia relatif bebas dari tanggung jawab terhadap konflik ‘legislasi jalur cepat’, Lee diperkirakan dapat segera menemukan jalan keluar untuk kondisi politik yang tersumbat saat ini.  

Pilihan Editor