Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Trump Terima Surat Kim Jong-un, Akan Terjadi Sesuatu yang Positif

#Ulasan Hari Ini l 2019-06-12

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Menyambut peringatan satu tahun pernyataan bersama Korea Utara (Korut) dan Amerika Serikat (AS) 12 Juni, perhatian utama tertuju pada jalan keluar menuju dialog terkait denuklirisasi Korut.

 

Sebutan Presiden AS Donald Trump tentang ‘surat indah’, dianggap sebagai sinyal positif. Meskipun belum diketahui isi, bagaimana dan siapa yang menyampaikan surat tersebut, tapi tampaknya dialog antara dua negara tersebut kemungkinan dapat dimulai kembali.


Menjelang satu tahun pernyataan bersama 12 Juni, Korut mengkritik AS yang harus bertanggungjawab atas gagalnya KTT Korut-AS yang kedua di Hanoi. Sebelumnya, negara komunis itu mendesak AS agar berdialog dengannya dengan ‘perhitungan baru’ hingga akhir tahun ini.


Dalam kondisi tersebut, Pemimpin Kim Jong-un mengirim surat kepada Trump. Oleh karena itu, diperkirakan ada sisi fleksibilitas yang ditunjukkan dalam surat Kim tersebut. Diperkirakan isi surat Kim itu mengingatkan pernyataan bersama Singapura dan mengajak AS untuk menyelesaikan masalah secara bertahap.


Hingga saat ini, Korut dan AS tidak saling menyempitkan selisih mereka dan dialog bilateralnya telah dihentikan. Karena itu, kemungkinan besar cara untuk mencapai solusinya disebutkan dalam surat tersebut.


Pernyataan bersama 12 Juni mengandung empat pasal, yakni pendirian hubungan baru antara Korut dan AS, upaya pembentukan perdamaian di Semenanjung Korea, konfirmasi Deklarasi Panmunjeom 27 April dan denuklirisasi Semenanjung Korea yang lengkap, serta pemulangan tawanan perang dan kerangka jenazah prajurit yang hilang. Dalam gambaran besar, pernyataan bersama itu merupakan satu tawaran besar untuk menukar denuklirisasi Semenanjung Korea dengan jaminan atas rezim Korut. Namun permintaan AS untuk penyerahan nuklir yang lengkap, dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah (CVID) tidak dimuat dalam pernyataan tersebut. Rincian mengenai penghapusan nuklir Korut ditunda ke perundingan selanjutnya.


Sesudah itu, Korut memulangkan jenazah kerangka prajurit AS dan menghancurkan lapangan uji coba nuklirnya dan AS membatalkan atau mengecilkan skala latihan militer gabungan dengan Korsel. Terlebih, Korut menghentikan peluncuran rudal mereka.


Meskipun pelaksanaan perundingan berikut mengalami kesulitan, tetapi Korut dan AS berhasil melakukan KTT kedua di Hanoi, Vietnam pada bulan Februari lalu. Akan tetapi, kedua pihak gagal membuahkan kesepakatan karena AS meminta Korut mendahulukan penghapusan nuklir sedangkan Korut meminta AS mendahulukan pelonggaran sanksi terhadap Korut. Sejak itu dialog Korut dan AS mengalami kebuntuan dan tidak menemukan jalan keluarnya.


Sementara Korut melakukan peluncuran rudal jarak pendek, AS malah menyita kapal Korut yang diduga melanggar sanksi. Tanpa melakukan dialog, kedua pihak saling menekan satu sama lain.


Dalam kondisi tersebut, Trump mengumumkan bahwa dirinya mendapat surat dari Pemimpin Kim Jong-un yang membuat banyak pihak bersangkutan berharap akan terbukanya jalan keluar dari kondisi saat ini.

Pilihan Editor