Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Satu Tahun Pernyataan Bersama Korut-AS dan Diplomasi lewat Surat

#Isu Sepekan l 2019-06-15

Warta Berita

ⓒKBS News

Menyongsong genap satu tahun pernyataan bersama Korea Utara-Amerika Serikat, gerakan untuk kembali melaksanakan pembicaraan antara Korut dan AS menjadi semakin aktif.


Presiden AS Donald Trump pada tanggal 11 Juni mengumumkan surat dari Kim Jong-un untuk dirinya dan kemudian mengatakan akan ada hal yang positif. Presiden Korea Selatan Moon Jae-in juga turut mengungkapkan harapannya untuk KTT antar-Korea dalam waktu sesegera mungkin.


Dalam pertemuan dengan wartawan di Gedung Putih, Trump menyampaikan bahwa dirinya baru mendapat surat yang mengesankan dari Kim Jong-un walaupun tidak menyebut rincian isi dan proses penyampaiannya.


Sementara itu, Presiden Moon dalam pidatonya di ‘Forum Oslo’ mengatakan dirinya berharap agar pertemuan antar-Korea dapat diadakan sebelum KTT Korsel dan AS yang diadakan pada akhir bulan Juni ini dan pertemuan tersebut bergantung pada Kim Jong-un.


Pernyataan Bersama 12 Juni merupakan hasil KTT Korut-AS pertama di Singapura tahun lalu dan mengandung 4 perihal, yaitu pendirian hubungan Korut dan AS yang baru, upaya untuk perdamaian Semenanjung Korea, konfirmasi kembali atas Deklarasi Panmunjeom 27 April dan denuklirisasi Semenanjung Korea serta pemulangan kerangka jenazah tawanan perang. Pernyataan Bersama itu dinilai mempunyai makna sejarah yang tinggi karena dikeluarkan setelah keduanya mempunyai hubungan permusuhan yang berlangsung dengan sangat lama.


Krisis masalah Korut memuncak hingga tahun 2017 dan kemudian berubah ke arah suasana berdialog lewat pertisipasi Korut pada Olimpiade Musim Dingin PyeongChang pada tahun 2018. Kedua Korea akhirnya melakukan berbagai pertemuan termasuk KTT antar-Korea di Panmunjeom pada tanggal 27 April tahun 2018. Dalam tahun yang sama, Korut dan AS juga menggelar pertemuan. Meskipun ada banyak kesulitan dalam menyiapkan KTT Korut-AS pertama karena perbedaan pendapat kedua pihak mengenai proses denuklirisasi, tetapi pada akhirnya pertemuan tersebut dapat terwujud berkat peran Moon Jae-in sebagai penengah.


Pernyataan Bersama Korut dan AS yang disepakati untuk denuklirisasi dan jaminan rezim Korut tersebut menjadi langkah pertama untuk membentuk perdamaian di Semenanjung Korea. Setelah itu, suasana tegang di Semenanjung Korea relatif mereda karena Korut berhenti melakukan uji coba nuklir dan peluncuran rudal.


Akan tetapi, KTT Korut-AS kedua di Hanoi, Vietnam berakhir dengan kegagalan dan dialog lanjutannya tidak dilakukan oleh kedua negara. Bahkan, Korut kembali melakukan peluncuran rudal jarak pendek dan AS menyita kapal Korut yang melanggar sanksi terhadap negara komunis itu. Dalam kondisi seperti itu, pemimpin Korut dan AS melakukan kegiatan diplomasi dengan surat-menyurat. Sesuai dengan hal itu, peran Moon Jae-in kembali disoroti. Jika KTT antar-Korea dapat dilaksanakan sebelum KTT Korut-AS, pembicaraan tentang denuklirisasi Korut dipastikan akan lebih lancar.

Pilihan Editor