Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Konflik Antara Korsel dan Jepang Masuk Tahap Teduh

#Isu Sepekan l 2019-08-10

Warta Berita

ⓒKBS News

Jepang tidak menetapkan barang tambahan yang harus memperoleh ‘perizinan terpisah’ dan telah memberi izin ekspor untuk sebagian dari tiga jenis bahan baku yang dibatasi ekspornya ke Korea Selatan. Oleh karena itu, sebagian pihak memperkirakan konflik antara Korea Selatan dan Jepang masuk tahap teduh dan bidang usaha bersangkutan mengharapkan kondisi dapat membaik.


Pemerintah Jepang mengumumkan pencabutan Korea Selatan dari daftar negara putih ekspornya yang memberikan kemudahan dalam prosedur ekspor pada tanggal 7 Agustus. Bersama dengan itu, Jepang juga mengumumkan ‘petunjuk perizinan komprehensif’. Menurutnya, tidak ada barang tambahan yang harus memperoleh ‘perizinan terpisah’ selain tiga jenis bahan baku utama semikonduktor yang disebutkan sebelumnya. Dengan demikian, krisis saat ini tidak bertambah buruk.


Di samping itu, pemerintah Jepang mempertahankan ‘perizinan komprehensif khusus’ yang setiap tiga tahun memberikan perizinan komprehensif bagi 857 dari 1.120 barang strategis yang diakui pemerintah Jepang. Jika perusahaan ekspor Jepang memperoleh sertifikat Compliance Program (CP), pemerintah Jepang memberikan perizinan komprehensif selama tiga tahun. Artinya, apabila melakukan transaksi dengan perusahaan Jepang yang memiliki sertifikat CP, perizinan komprehensif dapat dikenakan meskipun jumlah jenis barang dan prosesnya cukup rumit, dan hal ini berarti menerima perlakuan yang sama layaknya termasuk dalam daftar negara putih,


Sebagian dari tiga jenis barang yang dikenakan pembatasan ekspor Jepang telah mendapatkan izin ekspor. Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-yon menyatakan Jepang memperboleh ekspor fotoresis yang menggunakan cahaya extreme ultraviolet (EUV) ke Korea Selatan.


Pada awal Juli lalu, Jepang mengeluarkan pembatasan ekspor polimida berfluorinasi, fotoresis, dan hidrogen fluorida yang merupakan bahan utama dalam memproduksi panel layar dan semikonduktor. Hingga saat ini, ketiga barang itu belum dapat diekspor ke Korea Selatan. Namun baru-baru ini Jepang diketahui memberikan izin ekspor hidrogen fluorida ke pabrik memori semikonduktor Samsung di Xian, Provinsi Shaanxi di China.


Pengumuman peraturan ekspor baru Jepang mendapat banyak perhatian karena Korea Selatan dapat memperkirakan kerugian pada industri domestik. Karena Jepang tidak menetapkan barang tambahan yang akan dikenakan pembatasan ekspor ke Korea Selatan dan mempertahankan perizinan komprehensif khusus, maka belum ada sektor industri yang mendapat kerugian selain sektor semikonduktor dan panel layar. Namun, Korea Selatan belum bisa tenang karena Jepang dapat mengambil tindakan tambahan dalam mengelola peraturannya.


Sementara itu, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dalam pertemuan Dewan Penasihat Ekonomi Nasional yang dipimpinnya pada tanggal 8 Agustus mengatakan kondisi saat ini tidak menguntungkan ekonomi dan masyarakat Korea Selatan dan Jepang. Dalam kesepatan itu, Moon juga mendesak Jepang agar menghapus pembatasan ekspor yang tidak adil.

Pilihan Editor