Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Korsel, AS Gelar Negosiasi Pembagian Biaya Pertahanan

#Fokus Sepekan l 2019-10-31

Selangkah Satu Korea

© MOFA

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Mark Esper baru-baru ini mengatakan bahwa dalam pertahanan bersama, tidak ada yang dapat ‘menumpang’ secara gratis. Pesan ini muncul sejalan dengan tekanan Washington yang terus meningkat pada sekutunya untuk meningkatkan pembagian biaya pertahanan mereka. Terlebih lagi, pernyataan Esper ini diharapkan akan memengaruhi negosiasi pembagian biaya pertahanan yang tengah berlangsung antara Korea Selatan dan AS, serta diskusi tentang ruang lingkup operasi penanggulangan krisis gabungan mereka. 


Korea Selatan dan AS telah mengadakan putaran kedua perundingan pembagian biaya pertahanan di Honolulu, Hawaii, pada tanggal 23 dan 24 Oktober lalu. Menurut tim negosiasi pada tanggal 29 Oktober, pemerintah Korea Selatan mengungkapkan peningkatan tertentu dari biaya tahun ini, 1,389 triliun won, dibawah prinsip pembagian yang adil dan masuk akal. Namun para pejabat tinggi dari pemerintah AS, termasuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta kenaikan drastis dalam kontribusi Seoul tahun depan. 


Sementara itu, kedua sekutu telah memulai diskusi tentang peran baru mereka masing-masing ketika berhadapan dengan kemungkinan terjadinya krisis setelah transfer Hak Kontrol Masa Operasi Perang (OPCON) dari AS ke Korea Selatan. Ada laporan bahwa AS telah menawarkan revisi dokumen itu agar memperluas tanggapan aliansi dari yang sebelumnya hanya mencakup “keadaan darurat di Semenanjung Korea”, menjadi “keadaan darurat di AS”. 


Dalam upaya untuk memadamkan kontroversi mengenai revisi dokumen itu, Kementerian Pertahanan Korea Selatan sudah menolak kemungkinan pengiriman pasukan militernya ke luar negeri. Namun kini kekhawatiran pemerintah Seoul kian mendalam. AS mendesak agar Korea Selatan memainkan peran yang lebih besar dalam pertahanan, sembari menegaskan kontribusi yang adil sebagai sekutu. 

Pilihan Editor