Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Presiden Moon Adakan Dialog Langsung dengan Masyarakat Korsel

#Isu Sepekan l 2019-11-23

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengadakan pembicaraan langsung dengan masyarakat pada tanggal 19 November 2019 untuk pertama kalinya sejak dirinya dilantik sebagai presiden. Sebanyak 300 orang yang terpilih dari 16.000 pemohon saling mengajukan pertanyaan dalam acara yang berlangsung selama 117 menit.


Acara tanpa naskah itu dipandu oleh seorang penyanyi senior yang juga merupakan seorang pembawa acara, bernama Bae Cheol-su dan disiarkan langsung melaui saluran televisi. Moon menjawab sebanyak 20 pertanyaan termasuk 3 pertanyaan dari online. Pertanyaan itu bermacam-macam, dari masalah Semenanjung Korea, masalah pekerja tidak tetap, hingga masalah keluarga multibudaya. Pertanyaan yang belum dijawab sebanyak 16.034 lembar, disampaikan kepada Moon setelah acara selesai dan Kantor Kepresidenan Korea Selatan Cheongwadae berencana untuk menjawabnya.


Mengenai isu Perjanjian Perlindungan Informasi Militer (GSOMIA), Moon mengonfirmasi bahwa Jepang yang menjadi penyebab sehingga Korea Selatan tidak dapat berbagi informasi militer dengannya. Mengenai isu perdamaian Semenanjung Korea, Moon mengatakan bahwa KTT Korea Utara dan Amerika Serikat ke-3 pasti akan membuahkan hasil jika dapat diadakan dan hal itu akan mengembangkan hubungan antar-Korea.


Hal yang menonjol dalam isu ekonomi adalah langkah penanggulangan realestat dan Moon mengungkapkan pendapat postif tentangnya bahwa harga rumah dan biaya sewa rumah telah turun di seluruh negeri.


Moon juga menilai bahwa urusan kenegaraan sedang menunjukkan hasilnya, namun masih kurang di beberapa bidang, khususnya peluang kerja, ekonomi, personalia kabinetnya dan lainnya. Dengan demikian, Moon menyatakan pihaknya akan menjalankan urusan kenegaraan di sisa masa jabatannya seperti sebelumnya.


Acara dialog dengan masyarakat itu dinilai relatif positif karena menjadi kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat tanpa naskah. Namun, ada pihak yang mengkritik bahwa acara ini adalah sebuah ‘pertunjukan politik’ karena sebagian masalah yang sedang dihadapi pemerintah tidak ditanyakan oleh para hadirin.

Pilihan Editor