Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

KTT Khusus Korsel-ASEAN

#Isu Sepekan l 2019-11-30

Warta Berita

ⓒYONHAP News

KTT Khusus Korea Selatan-ASEAN 2019 telah berakhir pada hari Selasa (26/11/19) lalu. Sepuluh orang pemimpin negara ASEAN dan Direktur Jederal ASEAN menghadiri pertemuan yang dipimpin bersama Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in dan Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha. Dalam keterangan tentang hasil pembicaraan KTT itu, para peserta menyepakati tiga visi, yakni komunitas yang mengutamakan manusia, komunitas inovasi untuk kesejahteraan bersama, dan komunitas Asia Timur yang damai. Bersama dengan itu, mereka mengadopsi “Pernyataan Visi Bersama Korea Selatan-ASEAN untuk Perdamaian, Kesejahteraan, dan Kemitraan” dan “Pernyataan Bersama Ketua Penyelenggara KTT Korea Selatan-ASEAN.”


Untuk visi komunitas yang mengutamakan manusia, para peserta sepakat untuk memperbanyak kesempatan untuk melakukan pertukaran sumber daya manusia dan kebudayaan. Untuk visi kesejahteraan bersama, diungkapkan niat untuk melakukan perdagangan bebas berdasarkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) antara Korea Selatan dan ASEAN dan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Korea Selatan-ASEAN. Sedangkan untuk visi komunitas perdamaian, para peserta menyetujui kolaborasi demi perdamaian dan ketentraman di Semenanjung Korea serta peningkatan perdamaian regional dengan menggunakan komunitas regional yang dipimpin ASEAN seperti Forum Regional ASEAN (ARF).


Selama KTT Korea Selatan-ASEAN yang berlangsung di Busan, Korea Selatan, diadakan berbagai acara untuk meningkatkan kerja sama di bidang swasta. Kementerian Perusahaan Ventura, Usaha Kecil dan Menengah Korea Selatan menggelar Startup Summit Korea Selatan-ASEAN, ‘Expo Startup Korea Selatan-ASEAN’, dan ‘Konferensi Pertumbuhan Inovasi’.


Presiden Moon Jae-in mengadakan pertemuan bilateral dengan sembilan pemimpin negara yang menghadiri KTT kali ini kecuali Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen yang berhalangan untuk hadir karena urusan keluarganya.


ASEAN merupakan salah satu kawasan ekonomi dinamik di dunia dan negara perdagangan kedua bagi Korea Selatan. Selain itu, ASEAN juga telah menjalin hubungan diplomatik dengan Korea Selatan, sehingga penting bagi Korea Selatan dalam bidang keamanan. Oleh karena itu, Presiden Moon Jae-in melaksanakan “Kebijakan Baru ke Arah Selatan” untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara ASEAN setaraf hubungan dengan empat negara kuat, yakni Amerika Serikat, Jepang, China, dan Rusia. Kebijakan yang mengutamakan manusia, kesejahteraan bersama, dan perdamaian itu dapat meloncat ke tahap baru melalui KTT Korea Selatan-ASEAN tersebut hingga menyambut masa “Kebijakan Baru ke Arah Selatan 2,0.”

Pilihan Editor