Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Norae Garak / Taepyeongga / Nyanyian Burung

#Citra Musik Korea l 2020-01-08

Citra Musik Korea


Norae Garak

Irama lagu rakyat Provinsi Gyeonggido cukup istimewa. Katanya, lagu itu dinyanyikan oleh dukun di wilayah Seoul saat mereka melakukan upacara shamanisme. Lirik lagu dari lagu rakyat Provinsi Gyeonggido menggunakan pantun, dan ketukan juga tidak teratur. Lagu itu terasa mudah untuk dilantunkan saat mendengarkannya, namun sebenarnya sulit untuk dinyanyikan. Di masa lalu, 'norae' dalam bahasa Korea yang berarti 'lagu' adalah sebutan untuk lagu-lagu yang dinikmati oleh kalangan pemimpin, antara lain gagok, gasa, dan sijo. Sementara lagu yang biasa dinikmati oleh rakyat biasa disebut 'sori'. Salah satu lagu yang akan kita dengarkan dengan judul 'norae garak' mempunyai arti bahwa rakyat biasa mengubah ‘sijo’ yang merupakan salah satu jenis dari 'norae' tadi menjadi 'sori'. Dalam kenyataannya, banyak lirik dari ‘sori’ yang diambil dari ‘sijo’, dan lirik yang mengandung kisah cinta sangatlah terkenal. 


Taepyeongga

Ssing Ssing adalah grup yang mengembangkan jenis musik baru, yaitu 'band rock untuk lagu rakyat'. Selain nuansa musiknya yang unik, tiga orang penyanyi bernama Lee Hee-moon, Shin Seung-tae, dan Chu Dae-hye mengenakan pakaian dan gaya rambut yang sangat unik, sehingga mendapat banyak perhatian. Mereka pernah muncul di acara musik radio Amerika Serikat (AS) untuk memperkenalkan musik Korea dan mendapat reaksi hangat. 


Nah kali ini, kita akan menikmati lagu rakyat Provinsi Gyeonggido berjudul 'Taepyeongga' yang dimainkan oleh sebuah grup jazz. Grup jazz Prelude adalah grup yang terdiri mahasiswa dari Universitas Khusus Musik Berkeley pada tahun 2003 lalu. Ketika mereka belajar di luar negeri, mereka berpikir bahwa musik tradisional Korea sangat serasi dengan musik jazz. Setelah itu, mereka bertemu dengan penyanyi lagu rakyat Provinsi Gyeonggido, Jeon Young-rang dan memproduksi sebuah album. Musik itu terasa sangat menyegarkan baik orang-orang yang menyukai musik jazz maupun musik tradisional.


Nyanyian Burung

Di Korea, jika membicarakan pertemuan antara musik tradisional dan jazz, maka yang muncul pertama kali di benak orang-orang adalah maestro Kim Deok-soo. Setelah Kim Deok-soo memperoleh ketenaran luar biasa melalui permainan musik perkusi Samulnori, dia melakukan berbagai percobaan bersama musisi dari luar negeri. Salah satunya adalah kolaborasi antara musik tradisional dan jazz. Percobaan itu menjadi dinamika baru bagi publik agar mempunyai kesempatan untuk menikmati musik tradisional Korea dengan perspektif baru. Di antaranya, kami akan menyajikan sebagian dari lagu rakyat provinsi Jeolla, 'Namdo Japga' yang berjudul 'Nyanyian Burung' atau 'Saetaryeong'. Japga berarti nyanyian atau sori yang lebih profesional daripada lagu rakyat. Saetareyong adalah lagu yang meniru kicauan burung di gunung pada musim semi, sehingga iramanya terdengar riang gembira. Anda boleh memperhatikan betapa miripnya kicauan burung di dalam lagu itu dengan kicauan dari burung-burung di alam. 

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >