Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Sejarah Panmunjeom

#Mengenal Korea Utara l 2020-11-12

Selangkah Satu Korea

ⓒ YONHAP News

Program tur ke desa gencatan senjata Panmunjeom sudah dibuka kembali pada tanggal 6 November lalu setelah ditangguhkan selama lebih dari satu tahun karena penyebaran virus flu babi Afrika (African Swine Flu, ASF) dan pandemi COVID-19. Kini proses aplikasi tur Panmumjeom sudah disederhanakan karena dioperasikan oleh Kementerian Unifikasi Korea Selatan. 


Di tengah berlanjutnya gencatan senjata, gedung-gedung sementara yang dibangun di sana, seperti gedung konferensi Komisi Gencatan Senjata Militer sudah menjadi fasilitas permanen. Bangunan beton seperti Freedom House dan Panmungak dibangun di dalam Panmumjeom pada tahun 1965 dan 1969. Ketika kedua Korea terlibat dalam lebih banyak pembicaraan di tahun 1980-an, Rumah Perdamaian dibangun di sisi selatan desa, sementara Tongilgak dibangun di sisi utara.


Panmunjeom terkadang menunjukkan permusuhan antara kedua Korea. Tapi Panmunjeom juga telah digunakan sebagai tempat pembicaraan antar-Korea. Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un mengadakan pertemuan puncak pertama mereka di Rumah Perdamaian di Panmunjeom pada tanggal 27 April 2018. Sebulan kemudian pada tanggal 26 Mei, mereka menggelar KTT kedua mereka selama dua jam di Tongilgak, di desa gencatan senjata tersebut. 


Sebuah desa kecil yang tenang diberi nama Panmunjeom yang bersejarah sebagai tempat untuk negosiasi gencatan senjata. Panmunjeom menunjukkan perpecahan di Semenanjung Korea namun juga mengandung momen penuh harapan demi kerja sama dan pertukaran antar-Korea.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >