Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Tim Diplomatik dan Keamanan Pemerintahan Biden dan Semenanjung Korea

#Isu Sepekan l 2020-11-28

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Tim diplomatik dan keamanan pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang baru di bawah pimpinan Presiden terpilih AS, Joe Biden diperkirakan akan membawa perubahan kebijakan untuk Semenanjung Korea. Biden pada tanggal 24 November menunjuk wakil menteri luar negeri AS, Antony Blinken sebagai calon menteri luar negeri AS dan Jake Sullivan sebagai penasihat keamanan nasional AS.


Selain itu, Mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Pusat (Central Intelligence Agency, CIA), Avril Haines ditunjuk sebagai calon Direktur Badan Intelijen Nasional (Director of National Intelligence, DNI), Mantan Asisten Wakil Menteri Luar Negeri AS, Linda Thomas-Greenfield ditunjuk untuk menjadi Duta Besar AS di PBB, dan Mantan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry ditunjuk sebagai utusan khusus untuk perubahan iklim.


Calon Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield dalam jumpa pers mengatakan bahwa sifat dari tim diplomatik Biden sesuai dengan ungkapan “AS kembali dan diplomatik multilateral kembali”. Biden menilai kebijakan Presiden AS, Donald Trump yakni “America First” memperburuk aliansi dengan negara-negara sekutu dan melemahkan kepimpinan AS di komunitas internasional sehingga merugikan kepentingan keamanan AS. Oleh sebab itu, slogan “AS kembali” mengekspresikan tekad pemerintahan Biden untuk mengaktifkan kembali hubungan diplomatik dan memulihkan aliansi dan kepimpinan AS untuk tata tertib global.


Perubahan kebijakan keamanan dan diplomatik tersebut tentu meramalkan perubahan arah kebijakan untuk aliansi Korea Selatan dan AS, serta solusi untuk masalah nuklir Korea Utara.


Biden diperkirakan akan segera menyelesaikan isu pembagian biaya pertahanan Korea Selatan dan AS dengan rasional karena permintaan kenaikan biaya yang berlebihan oleh Trump telah merusak nilai aliansi dan juga berdampak negatif pada kolaborasi Korea Selatan, AS, dan Jepang, penanganan masalah nuklir Korea Utara, dan manajemen kondisi Asia Timur Laut.


Untuk masalah nuklir Korea Utara, metode Iran yang disebut-sebut karena Blinken pernah menangani kesepakatan nuklir dengan Iran dan  Sullivan juga mendukungnya. Berlainan dengan cara Trump, cara Biden itu merupakan solusi bertahap berdasarkan kolaborasi internasional. Oleh karena itu kesepakatan antara Trump dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un tentu akan dihapus.


Secara garis besar, pemulihan aliansi Korea Selatan dan AS mempunyai prospek yang positif, tetapi pendekatan “ekonomi adalah China dan keamanan adalah AS” diperkirakan akan memberatkan Korea Selatan.


Terkait tekanan terhadap China, Biden pernah berkata bahwa ada beberapa negara yang bekerja sama dengan AS. Artinya, kemungkinan besar AS akan menekan Korea Selatan untuk memihak kepada AS. Selain itu, AS juga mungkin menekan Korea Selatan untuk memperbaiki hubungan dengan Jepang karena Biden hendak memperkuat kolaborasi Korea Selatan, AS, dan Jepang.


Oleh karena itu, proses perdamaian Semenanjung Korea oleh Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in juga diperkirakan akan direvisi sebagian.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >