Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

UU Ekonomi Hidrogen Korsel Diberlakukan untuk Pertama Kalinya di Dunia

#Isu Bisnis l 2021-02-08

Dunia Bisnis

ⓒ Getty Images Bank

UU Ekonomi Hidrogen yang dibuat untuk pertama kali di dunia diberlakukan di Korea Selatan sejak tanggal 5 Februari lalu. Seiring dengan berlakunya UU tersebut, infrastruktur untuk ekonomi hidrogen semakin lengkap dan kebijakan pemerintah terhadap investasi swasta juga akan dilaksanakan secara aktif. Selain Korea Selatan, berbagai negara di dunia meningkatkan investasi karena hidrogen muncul sebagai sumber energi baru di masa depan.


Jepang telah lebih dulu meresmikan transfer ke ekonomi hidrogen dan Australia juga tengah mendominasikan posisinya sebagai negara ekspor hidrogen. Negara-negara di Timur Tengah yang merupakan produsen minyak bumi juga giat menanamkan modal pada energi hidrogen untuk tetap memegang kekuasaan di pasar energi dunia. Arab Saudi yang memimpin Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries, OPEC) melakukan strategi yang agresif melalui proyek nasional, “Vision 2030”. Korea Selatan juga melaksanakan berbagai langkah untuk mendominasi transfer ekonomi hidrogen.  


Berbagai perusahaan baik di Korea Selatan maupun luar negeri giat mengambil bagian dalam industri hidrogen dengan memandang potensi pasar hidrogen yang cukup tinggi. Perusahaan konsultasi global, McKinsey and Company menyatakan dalam laporan terkait peningkatan volume hidrogen pada tahun 2017 lalu bahwa pangsa pasar ekonomi hidrogen akan berkembang hingga 2,5 triliun dolar Amerika pada tahun 2050 dan menciptakan sekitar 30 juta unit lapangan pekerjaan. Namun, ada banyak tugas yang harus dituntaskan.


Jika era ekonomi hidrogen dimulai, maka umat manusia dapat memperoleh sumber energi yang bebas dari polusi udara dan menstabilkan perubahan iklim. Korea Selatan mampu memproduksi hidrogen dan juga menjadi negara nomor satu di dunia di bidang produsen mobil listrik berbahan bakar hidrogen. Mudah-mudahan, Korea Selatan dapat mencapai target netral karbon 2050 dan menyediakan landasan agar dapat berkembang sebagai negara kuat dengan ekonomi hidrogen yang terunggul di dunia. 

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >