Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Wali Kota Seoul Meninggal Dunia

#Isu Sepekan l 2020-07-11

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Wali Kota Seoul, Park Won-soon yang disebut-sebut sebagai calon yang berpotensi menjadi presiden Korea Selatan berikutnya ditemukan tewas di dekat Gerbang Sukjeong di Gunung Bukaksan, Seoul pada hari Jumat (10/07/20) dini hari.


Park yang mengakuinya dirinya sebagai feminis dan berusaha melindungi hak asasi wanita, diketahui telah digugat oleh mantan sekretarisnya dengan dugaan pelecehan seksual. Oleh karena itu, Park memilih untuk mengakhiri hidupnya.


Park meninggalkan kediaman pribadinya pada hari Kamis (09/07/20) pukul 10.44 waktu Korea dan sekitar satu jam sebelumnya, pemerintah kota Seoul mengirim pesan kepada para wartawan bahwa Park telah membatalkan semua jadwal kegiatannya pada hari itu. Park tidak masuk kantor dengan alasan kurang sehat. Park juga menelepon Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Sye-kyun untuk membatalkan janji mereka.


Kemudian sekitar pukul 17.17 waktu Korea, anak perempuan Park melaporkan ke polisi bahwa ayahnya tidak dapat dihubungi sejak meninggalkan rumahnya sekitar 4-5 jam yang lalu. Setelah dilakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir Park dikonfirmasi berada, polisi akhirnya menemukan jenazah Park.


Almarhum Park telah meniti karirnya sebagai pengacara khusus hak asasi manusia dan pemimpin kelompok sipil. Ia juga gencar disebut-sebut sebagai salah seorang calon presiden Korea Selatan yang berikutnya. Park menjadi pengacara setelah menjadi jaksa dalam waktu singkat. Dia terkenal sebagai pengacara khusus hak asasi wanita setelah memenangkan gugatan kasus pelecehan seksual seorang asisten dosen Universitas Nasional Seoul pada tahun 1996. Ia juga memimpin gerakan sosial, “Beautiful Store“ yang menjual barang yang disumbang oleh penduduk dengan harga murah dan menyumbang keuntungan penjualan tersebut.


Sejak menang dalam pemilihan sela wali kota Seoul pada tahun 2011, Park mulai menarik perhatian di dunia politik Korea Selatan. Kemudian, dia kembali terpilih untuk menjadi wali kota Seoul pada tahun 2014 dan 2018 hingga menjadi wali kota Seoul yang paling lama menjabat.


Namun yang mencengangkan publik adalah keterlibatan Park dalam kasus pelecehan seksual. Ia menjadi pemimpin pemerintah daerah ketiga yang terlibat dalam kasus pelecehan setelah Gubernur Chungcheong Selatan, Ahn Hee-jung, dan Wali Kota Busan, Oh Keo-don. Oleh karena itu, Korea Selatan akan melakukan pemilihan sela wali kota Seoul dan Busan pada April tahun depan. Pemilihan pemimpin dua kota terbesar di Korea Selatan tersebut akan sama pentingnya dengan pemilihan presiden.


Kepolisian Korea Selatan mengakhiri kasus gugatan pelecehan seksual yang melibatkan Park Won-soon karena kematiannya. Pemerintah kota Seoul mengumumkan pemakaman Park dilakukan di tingkat pemerintah kota Seoul dan pihaknya menyediakan altar peringatan untuk Park di depan gedung Balai Kota Seoul.


Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in diketahui mengirim karangan bunga namun tidak melakukan kunjungan ke rumah duka.


Sementara itu, sebagian penduduk Korea Selatan mengemukakan bahwa pemakaman tingkat pemerintah kota Seoul dan penyediaan altar peringatan untuk Park dinilai tidak layak karena ia tampaknya melakukan aksi bunuh diri atas dugaan pelecehan seksual.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >