Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Pertama Kalinya BOK Ambil “Langkah Besar” Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5% Poin

#Isu Sepekan l 2022-07-16

Warta Berita

ⓒYONHAP News

ank Sentral Korea (BOK) telah tiga kali berturut-turut menaikkan suku bunga acuan dan kali ini mengambil "langkah besar" dengan menaikkan 0,50 persen poin per tahun untuk pertama kalinya dalam sejarah.  


Komite Kebijakan Moneter BOK mengadakan pertemuan tentang arah kebijakan moneter pada Rabu (13/07) dan memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan dari sebelumnya 1,75 persen menjadi 2,25 persen.


Pada Maret tahun 2020, komite tersebut telah membuat "pemangkasan besar" dengan menurunkan suku bunga acuan sebesar 0,5 persen poin sebagaimana adanya perkiraan resesi ekonomi akibat dampak COVID-19, kemudian kembali menurunkan sebesar 0,25 persen poin pada bulan Mei di tahun yang sama. Dalam dua bulan, BOK menurunkan suku bunga acuan sebesar 0,75 persen poin. Sejak itu, BOK telah 9 kali membekukan suku bunga acuan, sebelum kemudian memulai "normalisasi kebijakan moneter" dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 persen poin pada 26 Agustus 2021. Hingga Mei tahun ini, BOK telah lima kali menaikkan suku bunga acuan sebesar masing-masing 0,25 persen poin. Dengan kenaikan sebesar 0,5 persen poin pada 13 Juli, suku bunga acuan Korea Selatan telah naik sebesar total 1, 75 persen poin.


Serangkaian peningkatan besar suku bunga yang dilakukan tahun ini merupakan langkah "penanggulangan khusus", lebih dari sekedar normalisasi kebijakan moneter, akibat adanya tekanan inflasi yang tinggi.


Saat ini di Korea Selatan, indeks harga konsumen telah mencapai 6 persen dan ekspektasi inflasi semakin meningkat. Ditambah lagi, diperkirakan  suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) dapat melampaui suku bunga acuan Korea Selatan. Oleh sebab itu, Komite Kebijakan Moneter tidak memiliki pilihan lain selain mengambil "langkah besar" dalam kondisi demikian.


BOK pada 5 Juli lalu memperkirakan kenaikan harga konsumen akan naik untuk sementara waktu akibat harga minyak yang tinggi, peningkatan permintaan seiring penghapusan aturan jaga jarak sosial, dan sebagainya. Kondisi tersebut tercermin dalam ekspektasi inflasi. Menurut hasil survei BOK tentang tren konsumen, ekspektasi inflasi, yang mengukur perkiraan kenaikan harga konsumen dalam 12 bulan ke depan, mencatatkan rekor tertinggi dalam lebih dari sepuluh tahun, dengan ekspektasi inflasi pada Juni mencapai sebesar 3,9 persen.


BOK telah memperlihatkan tekad kuat untuk menstabilkan harga barang, namun kekhawatiran akan penyusutan ekonomi tetap menjadi beban besar.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >