Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Rezeki Pada Hari Ini – Yang Gui-ja

#Sudut Sastra Korea l 2022-08-05

Sudut Sastra Korea

ⓒ Getty Images Bank

Sudah jelas, bahwa alasan Supermarket Bersaudara tiba-tiba mulai menjual beras dan briket batu bara adalah untuk bersaing dengan Supermarket Gimpo yang baru saja dibuka. Mereka bahkan memasang papan bertuliskan “Beras, Briket” menggunakan cat berwarna merah.


Di saat itulah warga menyadari, bahwa jarak antara Supermarket Bersaudara dan Supermarket Gimpo tidak lebih dari 100 meter. Mereka juga baru menyadari bahwa selama ini, di saat Toko Beras Gimpo masih hanya menjual beras dan briket, mereka membeli keperluan rumah tangga lainnya dari Supermarket Bersaudara milik Kepala Desa Kim.


- Cuplikan program:



Sementara Supermarket Gimpo dan Bersaudara bersaing ketat untuk bertahan, sebuah toko baru bernama “Toko Buah dan Sayur Sing-Sing” dibuka di sebuah gedung kosong. Toko tersebut terletak tepat di antara kedua supermarket. Toko itu tidak hanya menjual buah-buahan dan sayur-sayuran, namun juga menjual berbagai kebutuhan lainnya. Itu membuat Ibu Gyeong-ho yang biasanya selalu tersenyum menjadi khawatir. Sementara itu, Kepala Desa Kim mengubur stresnya dengan meminum alkohol.


Kedua supermarket itu pun bersama-sama menurunkan harga barang-barang yang juga dijual di Toko Sing-Sing. Pemilik Toko Sing-Sing pun berinisiatif untuk berhenti menjual barang-barang tersebut untuk menyatakan bahwa kini mereka hanya akan menjual buah dan sayuran saja. Namun itu tidak menghentikan Kepala Desa Kim.


김포슈퍼와 형제슈퍼가 공방전을 사이,

새해 들어 빈 상가주택에 ‘싱싱청과물’이란 간판이 걸렸습니다.

싱싱청과물은 김포슈퍼와 형제슈퍼 딱 가운데 지점이었는데요,

과일만 파는 게 아니라

‘부식 일절 가게 안에 있음’이란 종이쪽지까지 써 붙였습니다.


웃음 많던 김포슈퍼 경호 엄마 얼굴에도 시름이 가득하고,

형제슈퍼 김반장도 술이 늘었습니다.

거기다 싱싱청과물에서 취급하는 품목에 대해

김포슈퍼와 형제슈퍼는 가격을 대폭 낮췄습니다.

그러자 싱싱청과물 주인이 부식일절 운운한 쪽지를 거둬들였습니다.

과일만 팔겠다는 표시였습니다.

그러나 형제슈퍼의 김반장은 멈추지 않았습니다.



Diambil dari doa umat Nasrani, “Bapa Kami,” “Rezeki Pada Hari Ini” adalah judul yang sangat tepat untuk menggambarkan situasi dalam cerita pendek ini. Sebelum Toko sayur dan buah Sing-Sing dibuka, Supermarket Gimpo dan Bersaudara berlomba-lomba menjual barang dengan harga paling murah. Begitu Toko Sing-Sing dibuka, kedua supermarket tersebut bekerja sama untuk mengusir toko pendatang baru tersebut. Sebagian warga membela Kepala Desa Kim dan ayah Gyeong-ho, namun sebagian warga lainnya merasa kasihan kepada pemilik Toko Sing-Sing. Ke manakah pemilik toko itu pergi? Mungkin ia harus pindah ke tempat yang lebih jauh lagi dari pusat kota. Dari persaingan harga tersebut, pihak yang meraih paling banyak untung adalah warga Wonmi-dong karena mereka dapat membeli barang dengan harga murah. Walau keuntungan tersebut diceritakan dengan nuansa humor, realitas di belakang humor tersebut sebenarnya sangat menyedihkan. Kita tidak dapat menyalahkan warga Wonmi-dong yang mencoba meraih keuntungan dari persaingan tersebut. Mereka tidak hidup dalam kemewahan dan hanya berupaya agar dapat bertahan hidup di daerah pinggiran yang berbatasan dengan Kota Seoul tersebut.



Aku tidak mengerti. Mengapa sih, semua orang harus membuka usaha?”

“Karena mencari penghasilan itu susah.”     

Pengantin baru rumah No. 64 itu menjawab pertanyaan konyol ibu pemilik toko daging dengan bijak. Namun, mereka kembali kehilangan kata-kata. Para wanita warga Wonmi-dong terlihat khawatir menghadapi kenyataan bahwa mereka harus berjuang untuk bertahan hidup setiap hari. Di antara mereka, wajah Ibu Sinae terlihat paling murung. Suara tangis anak bungsu ibu pemilik toko kertas terdengar, mungkin ia  terjatuh. Bagaikan sebuah pertanda, para wanita itu pun berpisah menuju jalan mereka masing-masing.


Tempat kosong yang mereka tinggalkan diterangi oleh sinar mentari musim semi yang tiba lebih awal. 


나는 “왜들 이렇게 장삿길로만 빠지는지 몰라” 


“먹고 살기가 힘드니까 그렇지요” 


우리 정육점 여자의 우문에 새댁이 즉각 현명한 답을 내놓았다.

그리고 잠시 말이 끊겼다.

매일매일을 살아내야 한다는 점에서

원미동 여자들 모두는 각자 심란한 표정이었다.

그 중에서도 시내엄마가 가장 울상이었다.

지물포집 막둥이가 넘어졌는지 앙앙 울어대는 것을 신호로 여자들은 제각각 흩어져 버렸다.


그리고 빈자리에는 이른 봄볕만 엄청 푸졌다.




Yang Gui-ja (lahir 17 Juli 1955 di Jeonju, Propinsi Jeolla Utara)

    - Debut:  “Awal Pagi yang Baru” (1978, Munhak Sasang)

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >