Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Ekonomi

Rasio Pertumbuhan Ekonomi Korsel -3,3% pada Kuartal II 2020

#Isu Bisnis l 2020-08-03

Dunia Bisnis

ⓒ YONHAP News

Akibat dampak ekonomi yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, rasio pertumbuhan produk domestrik bruto (PDB) Korea Selatan untuk kuartal kedua tahun ini tercatat –3,3%. Pertumbuhan minus tersebut berlangsung selama dua kuartal yang disusul oleh –1,3% pada kuartal pertama dan angka pada kuartal kedua itu merupakan yang terendah dalam waktu 22 tahun setelah kuartal pertama tahun 1998 lalu. 


Penyebab terbesar dalam penurunan rasio pertumbuhan ekonomi domestik adalah resesi ekonomi global. Kegiatan ekspor Korea Selatan mengalami guncangan besar. Ekspor kuartal kedua tahun ini mengalami penurunan 16,6% dan selisih penurunannya merupakan yang terbesar dalam 56 tahun terakhir. Ekonomi Korea Selatan tetap berpusat pada kegiatan ekspor manufaktur seperti otomotif, telepon pintar, kapal, dan semikonduktor. Akhirnya, krisis perusahaan manufaktur ekspor langsung menunjukkan krisis ekonomi pada kuartal kedua. Namun, stimulus aktif pemerintah dan bantuan keuangan COVID-19 untuk masyarakat berhasil mencegah  penurunan rasio pertumbuhan ekonomi yang lebih dalam.


Walaupun secara keseluruhan evaluasinya cukup baik, namun juga ada kekhawatiran terkait pertumbuhan minus selama dua kuartal berturut-turut. Perkiraan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan untuk tahun ini terpaksa harus disesuaikan kembali. Untuk mencapai rasio yang dirilis oleh Bank Sentral Korea (BOK) pada Mei lalu, yaitu –0,2%, kondisi ekonomi pada kuartal ketiga dan keempat harus mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 3% berturut-turut. Walaupun variabel terbesar pada tahun ini tergantung pada COVID-19, namun pemerintah Korea Selatan dan BOK menekankan bahwa harus memerhatikan dua unsur yang terpenting dalam kondisi ekonomi akhir-akhir ini. Yang pertama, seluruh negara berupaya untuk menangani COVID-19 tanpa melakukan lockdown atau karantina wilayah walaupun COVID-19 terus berlanjut. Yang kedua adalah pemulihan kondisi ekonomi China. China adalah negara ekspor terbesar bagi Korea Selatan dan juga negara terkuat di bidang ekonomi global. Apabila kedua unsur tersebut dapat berjalan dengan lancar, rasio pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa membaik. 


Banyak pihak yang memerhatikan apakah pemerintah Korea Selatan dapat menyediakan langkah untuk menghadapi variabel yang dapat diprediksi dan apakah kondisi ekonomi Korea Selatan akan membaik sambil terus mengawasi pandangan yang optimis dan pesimis.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >