Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Ekonomi

Konflik perdagangan antara AS dan China berkembang sebagai perang tarif

#Isu Bisnis l 2019-05-20

Dunia Bisnis

© YONHAP News

Walaupun Amerika Serikat (AS) dan China melakukan negosiasi pada tanggal 9 dan 10 Mei lalu, namun negosiasi tersebut tidak membuahkan hasil apapun. AS menaikkan tarif atas produk impor China sampai 25% pada pukul 00:00 tanggal 10 Mei dimana negosiasi tengah berlangsung. Pemerintah China juga mengenakan tarif balas dendam senilai 60 miliar dolar Amerika pada tanggal 13 Mei waktu setempat. Setelah China mengumumkan hal tersebut, Perwakilan Dagang AS (USTR) juga mengumumkan daftar pengenaan tarif tambahan tahap keempat, atas produk China senilai 300 miliar dolar Amerika. Akibat perang tarif antara dua negara, pasar saham negara masing-masing mengalami kekacauan dan ekspor Korea Selatan juga terpaksa ikut terpengaruh, Khususnya, semikonduktor, baja, dan produk kimia yang diekspor dalam bentuk setengah jadi akan mengalami pengaruh yang lebih besar. 


Ekspor Korea Selatan mulai tanggal 1 hingga 10 Mei menurun sebesar 6,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Premi Credit Default Swap (CDS) juga mencapai titik tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Nilai tukar mata uang won terhadap dolar Amerika juga mencapai 1.190 won pada tanggal 14 Mei lalu. Rasio pertumbuhan ekonomi Korea Selatan pada triwulan pertama tahun ini juga mengalami minus. Apabila kondisi ekonomi seluruh dunia dipengaruhi oleh konflik perdagangan antara AS dan China, ekonomi Korea Selatan yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap ekspor ke luar negeri akan mendapat guncangan yang lebih besar. Namun, AS dan China masih bertekad untuk bernegosiasi kembali. 


Skenario terbaik adalah kedua negara mencapai kesepakatan sebelum tarif tambahan benar-benar dikenakan. Namun, belum dapat dipastikan apakah situasi yang ideal itu dapat direalisasikan atau tidak. Pada akhirnya, Korea Selatan harus menyediakan langkah untuk menghadapi kondisi terburuk. Kondisi ekonomi di dunia harus menhadapi situasi yang tidak dapat diprediksi untuk sementara waktu. Pada kenyataannya, seluruh negara tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh konflik perdagangan antara AS dan China, namun harus menyediakan langkah untuk meminimalisir pengaruhnya dan mencegah krisis ekonomi. 

Pilihan Editor