Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Kumpulan Isu

Pyongyang dan Washington Bertentangan Soal Penyitaan Kapal Korut

#Isu Sepekan l 2019-05-18

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Korea Utara (Korut) pada tanggal 14 Mei mengkritik pemerintah Amerika Serikat (AS) bahwa penyitaan kapalnya yang bernama ‘Wise Honest’ merupakan aksi perampokan. Kemudian negara komunis itu menuntut AS untuk segera mengembalikan kapal tersebut.


Sebelumnya pada tanggal 9 Mei, Kementerian Kehakiman AS menyita kapal ‘Wise Honest’ karena dituga mengangkut batu bara secara ilegal.


Kapal yang berkapasitas 17.000 ton itu merupakan salah satu kapal perdagangan utama Korut yang ditangkap di perairan Indonesia pada tanggal 4 April tahun lalu. Saat itu, kapal tersebut memuat 26.500 ton batu bara di dalamnya dan berlayar menggunakan bendera negara Sierra Leone tanpa mengoperasikan sistem pelacak otomatis (AIS). Menurut surat kontrak yang ditemukan di dalam kapal, muatan batu bara tersebut bernilai 2,99 juta dolar AS. Angkatan Laut Indonesia memeriksa dan menangkapnya karena kapal milik Korut itu tidak mempunyai izin pengangkutan batu bara.


Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan bahwa kapal ‘Wise Ernert’ berencana melakukan transaksi dengan kapal Rusia di perairan Indonesia. Para awak kapal ‘Wise Honest’ mengatakan baru bara tersebut dimuat di Vladivostok, Rusia, tapi ternyata muatan itu dilakukan di Pelabuhan Nampo, Korut.


Kapal ‘Wise Honest’ yang sudah satu tahun ditahan di Pelabuhan Balik Papan, Indonesia akhirnya disita oleh pihak AS pada tanggal 9 Mei lalu. Kapal itu dibawa ke Samoa oleh pemerintah AS pada tanggal 11 Mei dan sedang diperiksa.


Kementerian Kehakiman AS berpendapat bahwa kapal tersebut telah melanggar Undang-Undang Kewenangan Ekonomi Darurat Internasional AS (IEEPA) sehingga asetnya dapat disita. Penyitaan kapal Korut pertama kali dilakukan karena melanggar sanksi internasional.


Sikap AS  yang keras itu dianalisis untuk menekan Korut agar duduk di meja runding. Korut tentu saja menentangnya dengan keras. Melalui pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Korea Utara, pihaknya mengkritik tindakan AS dengan ungkapan yang keras seperti ‘perampokan’ dan meminta pemulangan kapal miliknya. Tanggapan Korut yang keras seperti itu tidak ditemukan selama perundingan denuklirisasi dengan AS.


AS sendiri telah memperkirakan reaksi Korut itu atas tindakannya. Namun, para pakar memprediksi Korut dan AS tidak akan meningkatkan pertentangan mereka. AS tidak menunjukkan tanggapan atas kritik Korut terkait penyitaan kapal tersebut dan sikap AS tersebut diperkirakan akan tetap dijaga. Korut yang sedang melakukan kritikan keras terhadap AS, kemungkinan akan mengubah sikapnya jika pembicaraan dengan AS dimulai.

Pilihan Editor