Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Kumpulan Isu

Presiden Trump Sebut Penggunaan Senjata Terhadap Korea Utara

#Isu Sepekan l 2019-12-07

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada hari Selasa (3/12/19) menyebut bahwa pihaknya dapat menggunakan senjata terhadap Korea Utara. Kemudian Korea Utara membalas bahwa pihaknya juga akan mengambil tindak balasan yang sesuai dengan cepat.


Trump yang sedang mengikuti KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di London, Inggris dalam pertemuan dengan wartawan menyebutkan bahwa Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un sebagai “rocketman” yang digunakannya untuk merujuk pada pemimpin Korea Utara, saat ketegangan antara Pyongyang dan Washington memuncak selain sebutan tentang penggunaan senjata tersebut. Selanjutnya, Trump memamerkan bahwa kekuatan militer AS meningkat setelah dirinya menjadi presiden AS dan pihaknya akan menggunakannya jika diperlukan.


Kemudian, Korea Utara menentangnya dalam sebuah wacana atas nama Kepala Staf Tentara Korea Utara, Pak Jong-chon pada hari Rabu (4/12/19). Dalam wacana itu, ia mengklaim jika AS menggunakan senjata, maka pihaknya juga akan segera mengerahkan tindak balasan yang sesuai. Pada hari berikutnya, Wakil Pertama Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Son-hui berkomentar bahwa tidak apa-apa jika Trump salah dalam mengucapkan suatu hal, namun jika sebutan tersebut secara sengaja menargetkan Korea Utara, maka hal itu tentunya menjadi masalah.


Sebutan Trump tersebut dilontarkan setelah Korea Utara menekan AS dengan menyinggung batas waktu untuk pembicaraan bilateral hingga akhir tahun ini dan "hadiah Natal" yang ditentukan oleh AS. Maksud di balik pernyataan Korea Utara tersebut adalah pihaknya dapat melakukan uji coba nuklir dan peluncuran rudal jarak jauh antar-benua (ICBM), jika AS tidak mengubah sikapnya terhadap Korea Utara. Korea Utara menyebut 'jalan baru' dan Kim Jong-un dilaporkan menaiki Gunung Baekdusan dengan menunggang kuda beserta para pemimpin militernya. Perbuatan Kim itu menyiratkan bahwa negaranya hendak mengubah sikapnya untuk melawan AS dengan kekuatan militer.


Kemudian, AS kembali menekan Korea Utara bahwa AS belum pernah menghapus opsi militer terhadap Korea Utara dan Kementerian Pertahanan AS dapat memimpin kondisi terkait Korea Utara. 


Meskipun demikian, Korea Utara dan AS tetap menginginkan dialog. Trump menyebutkan dirinya berhubungan baik dengan Kim Jong-un dan Korea Utara juga mengemukakan pesan serupa. Saat ini, kedua pihak sangat membutuhkan perkembangan dialog. Korea Utara tidak dapat melewatkan waktu yang ditetapkannya sedangkan Trump yang sedang menghadapi krisis pemakzulan memerlukan momen untuk mengubah kondisinya.


Di tengah kondisi tersebut, jika jalan keluar tidak dapat ditemukan, maka Semenanjung Korea dapat menghadapi krisis yang tidak terduga.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >