Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Kumpulan Isu

Presiden Moon Ungkapkan Tekadnya untuk Perbaiki Hubungan Antar-Korea

#Isu Sepekan l 2020-01-11

Warta Berita

ⓒKBS News

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in dalam pidato Tahun Barunya pada hari Selasa (07/01/20) mengusulkan agar kedua Korea melakukan upaya untuk memungkinkan kunjungan balasan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un ke Seoul dalam langkah mengaktifkan kembali proses perdamaian di Semenanjung Korea. Moon juga mengimbau untuk memperluas ruang lingkup kerja sama antar-Korea mulai dari tahap rendah seperti pertukaran di bidang olahraga.


Dalam pidato tersebut, Moon menegaskan bahwa langkah-langkah untuk meningkatkan kolaborasi antara dua Korea sangat diperlukan selain mengupayakan keberhasilan dialog antara Korea Utara dan Amerika Serikat. Sebagai bidang kolaborasi pertama untuk meningkatkan hubungan antar-Korea, Moon mengusulkan pertukaran di bidang olahraga serta upaya bersama untuk mendaftarkan zona demiliterisasi (DMZ) ke dalam Daftar Warisan Budaya UNESCO.


Moon kembali menyinggung kerja sama di perbatasan dua Korea yang sempat disebut dalam pidatonya di Universitas Oslo ketika ia berkunjung ke Norwegia pada tahun lalu. Ia mengimbau agar dua Korea bekerja sama dalam memecahkan sejumlah masalah di wilayah perbatasan seperti kebakaran, kebanjiran, dan sebagainya.


Terkait pertukaran olahraga, Moon menyerukan pembentukan tim gabungan antar-Korea untuk Olimpiade Musim Panas Tokyo 2020 dan kehadiran atlet Korea Utara dalam beberapa ajang olahraga internasional yang akan berlangsung di Korea Selatan pada tahun ini, seperti Kejuaraan Angkat Besi Asia Timur, selain penyelenggaran bersama Olimpiade Musim Panas 2032.


Kunjungan balasan Kim Jong-un ke Seoul telah dicantumkan ke dalam Pernyataan Bersama Pyongyang yang disepakati oleh pemimpin kedua Korea pada tanggal 19 September 2018 lalu saat Moon mengunjungi Pyongyang. Sejak itu, Kantor Kepresidenan Korea Selatan Cheongwadae mendorong dilaksanakannya kunjungan balasan tersebut, tapi tidak kunjung berhasil karena masalah keamanan dan tidak lancarnya perundingan denuklirisasi antara Korea Utara dan Amerika Serikat. Sebagian pakar menganalisis bahwa tawaran Moon itu berdasarkan anggapan bahwa kemajuan denuklirisasi sulit dicapai hanya melalui dialog Korea Utara dan Amerika Serikat saja sehingga perbaikan hubungan antar-Korea dapat menjadi penggerak dialog tersebut.


Dengan demikian, Moon mengemukakan tekad kuatnya untuk berperan sebagai penggerak untuk perdamaian Semenanjung Korea lewat urusan hubungan antar-Korea. Namun, tanggapan dari Korea Utara belum dapat diharapkan karena negara komunis itu dengan keras mengkritik Moon dan gagasannya tersebut. Walaupun kemungkinannya masih kecil, tapi tawaran Moon dirasa cukup mampu menggoda Korea Utara. Kim Jong-un sendiri pernah menegaskan perlunya langkah-langkah perlindungan ekologi dan pencegahan bencana alam di wilayah perbatasan.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >