Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Kumpulan Isu

Chung Sye-kyun Diangkat Menjadi Perdana Menteri Korsel yang Baru

#Isu Sepekan l 2020-01-18

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Chung Sye-kyun memulai jabatannya sebagai Perdana Menteri Korea Selatan pada hari Selasa (14/01/20). Dalam upacara pelantikannya, Chung mengatakan dirinya berupaya untuk melakukan inovasi agar perusahaan dapat memulai tantangan barunya karena mereka lah yang mampu menghidupkan perekonomian Korea Selatan.


Chung dalam uji kelayakan dan kepatutan parlemen terhadap dirinya sempat mengatakan bahwa dirinya akan menjadi perdana menteri yang menyatukan perekonomian. Dalam pidato pelantikannya pun, dirinya menegaskan revitalisasi ekonomi. Menurutnya, pemerintah Korea Selatan akan memusatkan segala upaya dalam meningkatkan semangat pengusaha dengan mengurangi ketidakpastian melalui reformasi undang-undang yang bersangkutan. Selain itu, Chung menekankan sebagai pemimpin kedua Korea Selatan, dirinya akan berupaya untuk memulihkan ekonomi masyarakat, menghapus ketidakseimbangan, dan menemukan daya gerak baru untuk pertumbuhan.


Chung juga mengatakan dirinya akan mewujudkan persatuan masyarakat dengan melakukan komunikasi yang sungguh-sungguh dan kepemimpinan bersama. Dirinya akan mendengarkan pendapat masyarakat tentang berbagai konflik dan melakukan kerja sama dengan parlemen.


Chung adalah pakar ekonomi dan memiliki banyak pengalaman di bidang politik. Dia berkegiatan sebagai pengusaha selama 16 tahun dan telah 6 kali terpilih sebagai anggota parlemen. Dia pernah menjadi menteri perindustrian, perdagangan dan sumber daya Korea Selatan. Karirnya yang berlimpah itu membuat Presiden Moon mengangkat Chung sebagai Perdana Menteri Korea Selatan. Oleh karena itu, Chung diharapkan dapat menjadi pegangan dan membuahkan hasil dari segala tugas negara di babak selanjutnya dari pemerintahan Moon Jae-in.


Dengan demikian tugas bagi Perdana Menteri Chung tidaklah mudah. Ia sebagai mantan ketua parlemen ke-20 yang diangkat menjadi pejabat kedua di bidang administratif negara, dikritik telah merusak pemisahan kekuasaan. Oleh karena itu, kesalahannya sekecil apa pun akan dikritik dan hal itu mungkin menjadi halangan dalam menjalani tugasnya sebagai perdana menteri. Dari segi itulah, kerja sama dengan dunia politik sangatlah penting. Tugas utamanya adalah menyukseskan pemilihan umum legislatif yang adil pada tanggal 15 April mendatang. Karena perubahan kekuasaan setelah pemilihan umum dapat mendatangkan perubahan bagi Chung. Oleh sebab itulah pembentukan kabinet yang diikuti partai oposisi setelah pemilihan umum juga turut mendapat perhatian.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >