Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Kumpulan Isu

Korsel Kirim Unit Militernya ke Selat Hormuz Terpisah dari Koalisi AS

#Isu Sepekan l 2020-01-25

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Kementerian Pertahanan Korea Selatan pada hari Kamis (21/01/20) mengumumkan bahwa pihaknya telah memperluas ruang lingkup misi regional unit militer Cheonghae ke area dekat Teluk Oman dan Teluk Persia untuk sementara waktu demi menjamin keselamatan warga dan kapal Korea Selatan di Timur Tengah.


Keputusan itu menyatakan bahwa unit militer Cheonghae terpisah dari Konstruksi Keamanan Maritim Internasional (IMSC) yang dipimpin oleh AS, sementara pasukan militer Korea Selatan akan melakukan operasinya sendiri. Unit militer Cheonghae selama ini bertugas untuk menjaga warga dan kapal Korea Selatan dari pembajak laut di Teluk Aden.


Kementerian menambahkan, walau operasi tersebut dilaksanakan secara independen, tapi unit militer Cheonghae dapat bergabung dengan IMSC jika diperlukan. Untuk itu, dua orang perwira penghubung yang berada di bawah naungan unit militer Cheonghae telah dikirim ke markas besar IMSC.


Unit militer Cheonghae dengan sekitar 300 orang prajurit itu, dilengkapi dengan kapal perusak, Wang Geon berkapasitas 44 juta ton dan helikopter Lynx khusus untuk operasi di laut.


Sejak ketegangan di Timur Tengah memuncak pada Mei tahun lalu, Kementerian Pertahanan Korea Selatan mempertimbangkan berbagai langkah untuk mengamankan warga dan kapal Korea Selatan dalam kondisi darurat. Cara yang diambil kementerian tersebut sama dengan cara yang diambil Jepang. Jepang secara independen mengirim 260 orang prajurit, satu unit kapal serta satu unit pesawat patroli maritim, tanpa bergabung dengan IMSC.


Cara yang diambil Korea Selatan dan Jepang itu merupakan langkah alternatif untuk mengutamakan kepentingan negaranya dengan mempertimbangkan permintaan Amerika Serikat dan hubungan dengan Iran.


Selat Hormuz merupakan lokasi strategis utama di mana kapal Korea Selatan mengangkut sebanyak 70 persen permintaan minyak Korea Selatan dengan lebih dari 900 pelayaran tiap tahunnya. Selain itu, seperlima minyak dunia juga didistribusikan melalui selat ini. Kesimpulannya, Selat Hormuz dapat mengendalikan kondisi perekonomian dunia sehingga wajib untuk memastikan keselamatan pelayaran di sana.


Amerika Serikat menyambut keputusan pemerintah Korea Selatan untuk mengirim unit militer Cheonghae ke Selat Hormuz dan juga mengungkapkan rasa terima kasihnya. Sedangkan Iran mengungkapkan kekecewaan, meskipun Kementerian Luar Negeri Korea Selatan telah memberitahukan hal itu sebelumnya.


Partai politik Korea Selatan juga menyambut keputusan pemerintah tapi sebagian bersikeras bahwa pengiriman unit militer itu seharusnya disetujui parlemen. Sementara itu, lembaga masyarakat sipil menolaknya karena Korea Selatan akan terlibat dalam perang.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >