Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Kumpulan Isu

Penjualan Mobil Korea Selatan untuk Domestik dan Global pada Juni 2020

#Isu Sepekan l 2020-07-04

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Lima produsen mobil Korea Selatan mencatat penjualan domestik tertinggi sedangkan ekspornya anjlok. Berdasarkan laporan hasil penjualan mobil yang dikeluarkan oleh lima produsen tersebut pada tanggal 1 Juli lalu, total penjualannya baik di dalam maupun luar negeri untuk Juni 2020 mencapai 581.186 unit, turun 19,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Penjualan mobil yang anjlok itu dikarenakan pasar mobil global anjlok akibat pandemi COVID-19. Jika menelusuri penjualan mobil Korea Selatan pada bulan Juni, penjualan di luar negeri mencapai 404.718 unit, turun sebanyak 31,9 persen. Sebaliknya, penjualan domestik mencapai 176.468 unit, meningkat 41,2 persen akibat efek penurunan pajak pembelian mobil baru. Penjualan mobil Korea Selatan untuk semester pertama tahun ini mencapai 3.244.549 unit, turun 21,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan domestiknya tercatat sebanyak 800.089 unit dan meningkat 6,0 persen, namun penjualan di luar negeri menurun sebanyak 27,6 persen dengan jumlahnya mencapai 2.444.460 unit.


Jika ditelusur dari masing-masing produsen untuk penjualan pada bulan Juni lalu, penjualan Hyundai Motor Company mencapai sekitar 290 ribu unit dan mengalami penurunan sebanyak 23 persen dibandingkan tahun lalu. Kia Motors menjual sekitar 207 ribu unit dan penjualannya menurun sebanyak 12,1 persen. GM Daewoo Korea menjual sebanyak 25 ribu unit dan penjualannya menurun 25,2 persen. Sementara penjualan Renault Samsung Motors mencapai 14 ribu unit, turun 23,7 persen. Dan yang terakhir, SsangYong Motor menciptakan prestasi yang relatif baik dengan total penjualan sebanyak 11.081 unit untuk domestik dan global, dan penurunannya hanya sekitar 1,9 persen saja. Padahal pihaknya tengah mengalami kesulitan karena pemegang saham utamanya, Mahindra Group, sebuah produsen mobil asal India, telah membatalkan investasi barunya.


Sejumlah produsen mobil Korea Selatan mengalami kesulitan akibat pandemi COVID-19. Beberapa produsen terpaksa menghentikan kegiatan produksinya karena pabrik komponennya di China ditutup. Setelah pandemi COVID-19 menyebar ke seluruh dunia, kondisi pasar otomotif global memang kurang baik dan lancar.


Kinerja yang kurang baik tersebut dianalisis karena produsen mobil Korea Selatan berfokus pada penjualan domestik karena ekspornya yang tidak lancar akibat COVID-19.


Sementara itu, kondisi pasar otomotif untuk semester kedua tahun ini juga diperkirakan tidak akan berbeda jauh. Menurut Bank Sentral Korea (BOK), indeks sentimen bisnis (BSI) untuk industri otomotif termasuk perusahaan komponen otomotif tercatat di angka 14 pada bulan Juni lalu, sama seperti bulan Mei. Tampaknya perusahaan mobil Korea Selatan tidak terlalu menaruh harapan tinggi pada ekspornya. Ditambah dengan pemotongan pajak pembelian mobil baru yang diturunkan mulai bulan Juli ini di Korea Selatan, sehingga banyak yang menaruh perhatian pada kondisi penjualan mobil ke depannya.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >