Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

© Getty Images Bank

Kita telah berada di ujung tahun 2018 ini. Hari libur Natal dan Tahun Baru sudah dekat. Baik anak muda dan orang dewasa pasti ingin merayakan hari-hari spesial itu dengan cara masing-masing, termasuk dengan memberi kado. 


Saat ini ada tren di Korea Selatan yang dikenal dengan istilah 'self-gifting'. 


Sebuah perusahaan iklan pernah merilis sebuah hasil laporan tentang tren pembelanjaan musim liburan 2018. Mereka menyatakan tren konsumsi yang perlu mendapat perhatian adalah self-gifting.


Beberapa waktu ini semakin banyak konsumen yang mengeluarkan uang untuk menghibur dan menyemangati diri sendiri. Hal ini membuat mereka memberi kado kepada dirinya sendiri pada momen liburan akhir tahun.


Bagi masyarakat Korea, makan dan minum sendirian sudah menjadi hal biasa karena meningkatnya rumah tangga beranggotakan satu orang. Budaya melakukan kegiatan sendirian juga mempengaruhi kegiatan pemberian kado, sehingga muncullah tren self-gifting. 


Self-gifting yang unik ini lebih sering dilakukan menjelang hari-hari liburan, seperti liburan musim panas dan akhir tahun daripada hari-hari istimewa seperti hari ulang tahun.


Jenis hadiah yang mereka pilih untuk diri sendiri biasanya barang yang mewah. Waktu membeli, mereka sering menggunakan voucher yang telah mereka dapat sebagai hadiah dan memanfaatkan kesempatan diskon akhir tahun untuk mendapat barang yang mereka inginkan.


Selain mengunjungi toko, konsumen sering berbelanja di toko online melalui internet dan aplikasi yang mengakibatkan penggunaan aplikasi pembelanjaan semakin meningkat. 


Waktu paling populer bagi konsumen untuk membeli hadiah melalui toko online adalah saat perjalanan masuk dan pulang kerja, kemudian membelinya pada malam hari atau akhir pekan. Hal ini cukup mempelihatkan pola hidup berbelanja mereka.


Sebuah hasil jajak pendapat menyatakan 75 persen responden menjawab mereka pernah memberikan kado kepada diri sendiri dan hal ini lebih banyak dilakukan oleh wanita daripada pria.


Kecuali hari istimewa, kebanyakan dari mereka cenderung memberikan hadiah kepada dirinya saat mereka merasa stres atau sedang dalam kondisi semangat yang menurun.


Menurut hasil jajak pendapat tersebut, 94 persen responden yang sering melakukan self-gifting akan merasa puas dan kado itu dapat bermanfaat menjadi pemberi semangat.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >