Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Korea Utara

Sains dan Teknologi di Korea Uutara

#Mengenal Korea Utara l 2019-06-20

Selangkah Satu Korea

© Getty Images Bank

Universitas Teknologi Kim Chaek adalah tempat pertama yang dikunjungi Pemimpin Kim Jong-un menyusul pertemuan puncaknya yang gagal dengan Presiden AS Donald Trump di Hanoi. Korea Utara telah menekankan pentingnya ‘kemandirian’, dan kunjungan pemimpin ke sekolah mencerminkan komitmennya untuk lebih fokus pada sains dan pendidikan. Korea Utara sepertinya sangat menghargai sains dan teknologi, dengan para siswanya memenangkan penghargaan di berbagai kompetisi internasional.


Korea Utara telah lama berantusias untuk menumbuhkan siswa berbakat dan mengirim mereka ke acara dan kompetisi internasional. Dimulai dengan peluncuran lembaga Bahasa Asing Pyongyang pada tahun 1958, Korea Utara juga mendirikan sekolah siswa berbakat untuk seni, musik dan pendidikan jasmani satu per satu di tahun 1960-an. Sejak akhir 1990-an, pendidikan untuk siswa berbakat telah berkembang hingga sains dan teknologi serta komputer. Tampaknya pemimpin Kim memiliki keyakinan kuat bahwa sains dan teknologi akan secara langsung membantu meningkatkan mutu kehidupan masyarakat.


Uji coba nuklir dan rudal Korea Utara memang berkaitan dengan kebijakan yang memprioritaskan sains dan perlakuan khusus terhadap para ilmuwan. Kemajuan ilmu pengetahuan Korea Utara seperti pedang bermata dua. Jika digunakan untuk tujuan militer seperti saat ini, Korea Utara akan terus mendapat kecaman internasional. Tetapi jika Korea Utara mendorong reformasi dan keterbukaan yang dimulai dengan denuklirisasi, kebijakan negara saat ini dalam mengembangkan teknologi ilmiah dan menumbuhkan elite sains dapat berfungsi sebagai landasan baru untuk kerja sama antar-Korea.

Pilihan Editor